Jumat, 23 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Minangkabau Expres Jadi Nama Kereta Api Bandara Minangkabau

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Minangkabau Express dipilih dan ditetapkan sebagai nama kereta api Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang akan beroperasi dalam waktu dekat.

Kepala Dinas Perhubungan Sumbar Amran mengatakan, Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno memilih Minangkabau Express karena, nama itu sama dengan nama bandara yang berada di Kabupaten Padang Pariaman.

Sebelum ditetapkan, ada tiga nama yang diajukan, selain Minangkabau Express, dua nama lainnya yakni, Pedati Express dan Ranah Minang Express.

"Penetapan nama itu sesuai SK Gubernur dan juga telah disampaikan ke pihak Kementerian Perhubungan," terang Amran, Rabu (14/2).

Amran mengungkapkan, kereta api tersebut akan beroperasi dari Stasiun Kereta Api Simpang Haru menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan jarak tempuh sekitar 23 km. Kereta api tersebut terdiri dari lima gerbong, dengan kapasitas mencapai 200 orang.

"Direncanakan beroperasi pada April atau Mei 2018 mendatang," ujar Amran.

Amran juga mengatakan, sebelum diberangkatkan ke Sumbar, kereta api bandara itu masih dalam masa uji coba di Madiun, Jawa Barat. Pihaknya berharap, Februari atau Maret 2018, kereta api tersebut sudah sampai di Kota Padang.

"Sampai di Padang, kita uji cobakan lagi. Setelah fix, baru kita operasikan termasuk penetapan tarif," katanya.

Kereta api bandara ini dihadirkan, bertujuan untuk mengintegrasikan pelayanan transportasi udara dengan moda transportasi darat. Selain itu, juga untuk meningkatkan aksesibilitas masyarakat terhadap layanan kereta api.

"Skybrige menuju terminal penumpang BIM telah selesai, lift dan eskalator juga telah ada. Semuanya disiapkan untuk memudahkan pergerakan penumpang dari dan menuju stasiun BIM. Jadi saat turun kereta api, para penumpang bisa langsung sampai di bandara" katanya.

Untuk diketahui, pembangunan jalur kereta api BIM telah dicanangkan sejak 2012 lalu oleh Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perkeretaapian. Program tersebut kemudian ditindaklanjuti Pemprov Sumbar dengan melakukan pembebasan lahan di sepanjang jalur KA menuju BIM.

Pembangunan Stasiun BIM sendiri dilaksanakan secara multiyears selama tahun 2015/2016. Sementara untuk Stasiun Duku yang berada tak jauh dari bandara tersebut, dibangun dengan fasilitas lengkap. Diantaranya, lahan parkir luas, loket dan ruang tunggu yang representatif, serta fasilitas lainnya.

Selain pembangunannya secara multiyears di tahun 2015/2016, juga ada pekerjaan lanjutan yang dilakukan di 2017. Di antaranya, overcapping Stasiun Padang, penyempurnaan jalur KA BIM-Duku, termasuk bangunan pendukung.

Kemudian pembangunan peron dan fasilitas pendukung operasi di Stasiun BIM, peningkatan 7 jembatan, dan jalan rel antara Stasiun Tabing – Stasiun Duku sepanjang 1,28 Km. Selain itu, juga ada pembangunan sistem radio train dispatching untuk mendukung operasional KA BIM. Total anggaran dari APBN yang digelontorkan untuk program pembangunan itu mencapai Rp 300 miliar.

(rcc/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP