Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Trump Potong Dana untuk PBB di Timur Tengah

| editor : 

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump (Reuters)

JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berusaha mengurangi kontribusi dananya ke Timur Tengah pada 2019. Terutama untuk misi PBB di Lebanon, Dataran Tinggi Golan, dan Sahara Barat.

"Ini akan menjadi minggu yang besar untuk infrastruktur. Setelah begitu bodoh menghabiskan USD 7 triliun di Timur Tengah, sekarang saatnya untuk mulai berinvestasi di negeri kita," ujar Trump melalui Twitter-nya, Senin, (12/2).

Selain di Twitter, rencana ini terungkap melalui Direktur Biro Anggaran dan Perencanaan Departemen Luar Negeri Douglas Pitkin. Ia mengatakan, departemennya mencari cara untuk mengurangi kontribusi AS terhadap PBB di Lebanon.

Pitkin mengatakan, awal pekan ini pihaknya menginginkan pengurangan 42 persen untuk Pasukan PBB di Lebanon atau United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

UNIFIL didirikan pada 1978, dan telah mendukung tentara Lebanon dalam mempertahankan ketenangan di wilayah selatan Lebanon, di mana negara tersebut memiliki perbatasan dengan Israel.

Potongan yang dibuat ke UNIFIL dapat menghalangi kemampuannya untuk menjalankan mandatnya untuk menjaga keamanan dan stabilitas di selatan sepanjang perbatasan dengan Israel karena pertempuran di negara tetangga Syria.

Bahkan, usulan pemotongan misi semacam ini akan dilakukan setidaknya bagi 10 negara dan wilayah lainnya. Ini termasuk pengurangan 55 persen ke Pasukan Pengawas Pelucutan Senjata PBB di Dataran Tinggi Golan. Pemerintahan Amerika mengusulkan agar pasukan tersebut menerima USD 11,1 juta dibandingkan dengan USD 24,6 juta yang diterima pada 2017.

Sedangkan di Sahara Barat, Trump ingin memotong anggaran Departemen Luar Negeri untuk misi PBB dari USD 18,4 juta menjadi USD 8,4 juta. Trump sebelumnya telah meminta pemotongan dana bagi pemeliharaan perdamaian PBB, termasuk dalam proposal anggaran untuk tahun lalu.

Menurut Better World Campaign, sebuah organisasi yang bekerja untuk memperbaiki kemitraan AS-PBB, selama pemerintahannya Trump mengusulkan pemotongan yang tidak bijaksana dan tidak proporsional terhadap pengeluaran luar negeri AS, yang akan melemahkan kepemimpinan Amerika secara global, termasuk di PBB.

"Sebenarnya, sepanjang tahun lalu, kita telah melihat suara militer, pemimpin bisnis dan pemimpin di Kongres AS. Semuanya menekankan pentingnya pendanaan luar negeri yang kuat dan dukungan yang terus menerus untuk PBB," ungkap Better World Campaign dalam sebuah pernyataan.

(ina/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP