Minggu, 25 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Begini Cara Indonesia dan Filipina Lawan Radikalisme

| editor : 

Menlu Retno LP Marsudi

Menlu Retno LP Marsudi (Jawapos)

JawaPos.com - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan, Workshop on Islamic Education Cooperation yang diadakan di Hotel Borobudur pada Rabu, (14/2), adalah tindak lanjut dari pembicaraan trilateral dengan Malaysia dan Filipina.

Pada tanggal 22 Juni 2017 ada pembicaraan trilateral yang didalamnya juga membahas permasalah pendidikan, selain ekonomi, dan sosial. Lalu, tanggal 3 Januari Retno menemui Presiden Filipina Rodrigo Duterte untuk membicarakan langkah konkret.

"Disana saya juga mengunjungi Islamic School, bertemu dengan beberapa pejabat. Di situ saya membuat perjanjian untuk meningkatkan kerja sama di bidang pendidikan Islam," kata Retno saat ditemui di Hotel Borobudur kemarin.

Oleh karena itu, diadakan workshop yang dalam sesi ini akan membicarakan tujuh sesi. Pertama pendidikan Islam di Indonesia, kedua diskusi mengenai pendidikan Islam di Filipina, ketiga kurikulum sistem, keempat pengembangan guru, atau ulama pendidikan Islam agar lebih profesional, kelima peran orangtua, masyarakat, keenam membangun toleransi di masyarakat multikultur, ketujuh kerja sama apa saja yang akan dilakukan oleh Indonesia dan Filipina.

"Sekali lagi program ini untuk menciptakan perdamaian di dunia, apalagi Indonesia sebagai megara muslim terbesar di dunia dengan masyarakat yang multikultur," kata Retno.

Retno menegaskan bahwa workshop ini adalah untuk melawan radikalisme dan terorisme. Bisa menjadikan anak muda sebagai duta perdamaian dan toleransi dunia.

Pesertanya 14 dari Indonesia 14 dari Filipina mewakili berbagai macam institusi dan kementerian. Dari Filipina antara lain Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan.

Dari Indonesia antara lain Kementerian Agama, Dikti, MUI, NU, Muhammadiyah, dan sebagainya.

(iml/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP