JawaPos Radar

Piala AFC 2018

Eks Klub Pelatih Persib Beri Pengalaman Berharga Bagi Persija Jakarta

14/02/2018, 21:48 WIB | Editor: Agus Dwi W
Johor Darul Ta'jim
Skuad Johor Darul Ta'jim merayakan gol ke gawang Persija. (johorsoutherntigers.com.my)
Share this image

Jawapos.com - Kubu tuan rumah Johor Darul Ta'jim (JDT) sangat paham bahwa tim yang akan mereka hadapi pada Rabu (14/2) malam bukanlah lawan enteng. Nama besar Persija Jakarta membuat mereka merasa respek dan tidak memandang remeh.

"Kami tahu kemampuan dari Persija Jakarta. Mereka adalah salah satu tim terbaik dan terbesar di Indonesia. Kami tidak akan meremehkan mereka dan akan fokus kepada kemampuan kami," ucap kapten tim Safiq Rahim di akun Twitter resmi JDT.

Saat bertanding, skuad JDT memang sama sekali tidak memandang remeh. Sejak menit pertama, skuad besutan Ulisses Morais tak pernah memberi kesempatan bagi Macan Kemayoran untuk mengembangkan permainan. Tekanan demi tekanan terus dilancarkan ke wilayah pertahanan Persija.

JDT vs Persija
Jaime mencoba mengawal pergerakan winger JDT, Jorge Pereyra. (johorsoutherntigers.com.my)

Lini tengah begitu dominan dikuasai pasukan Southern Tigers. Hingga separuh babak pertama dilewati, penguasaan bola JDT bahkan mencapai 80 persen. Persentase ini kemudian mulai menurun menuju akhir babak pertama.

Namun, gempuran demi gempuran yang dilakukan pasukan JDT tidak pernah menurun. Mereka benar-benar mengurung pertahanan Macan Kemayoran. Fakta 6 buah tendangan sudut yang diraih JDT menunjukkan Persija lebih banyak berada dalam tekanan sepanjang babak pertama.

Lewat sebuah permainan umpan cepat, JDT akhirnya menyelesaikan serangan mereka dengan baik. Bola yang berada di area tengah dipindahkan dengan cepat ke sisi kanan. Bola kemudian dilanjutkan dengan umpan silang yang dilanjutkan oleh Ahmad Hazwan yang tak terkawal ke dalam gawang.

Tak cukup satu gol, sebuah kesalahan yang dilakukan pemain belakang Persija harus dibayar mahal. Tiga menit sebelum turun minum, Jorge Pereyra lepas dari jebakan offside. Andritany yang coba memotong gagal menghentikan pergerakan Pereyra yang kemudian menendang bola ke gawang yang kosong.

Memasuki babak kedua, tuan rumah belum mau menurunkan tekanan. Gempuran terus dilancarkan dari berbagai arah dan melalui pergerakan tanpa bola yang cantik. Mereka masih tetap berusaha menguasai bola dengan kuat.

Sebuah kesalahan kembali dilakukan pemain belakang Persija pada menit 53. Bola sempat dikuasai Pereyra dan melakukan tendangan keras. Beruntung Andritany mampu menyelamatkan gawangnya dengan sebuah tepisan yang tepat.

Persija masih saja kesulitan untuk mengembangkan permainan di babak kedua. Serangan yang dilancarkan kerap dilakukan terburu-buru dan tanpa arah. Sehingga setiap serangan sulit membuat tekanan yang berarti kepada kubu tuan rumah.

Masuknya Rico Juntak memberi warna lain bagi serangan Persija. Terbukti pada menit 63 pergerakan yang terpaksa dilanggar keras oleh pemain JDT. Tendangan bebas yang dilakukan sempat membentur benteng JDT yang kemudian dilanjutkan Bambang Pamungkas dengan umpan ke depan gawang. Sayang, para pemain Persija terlanjur berada di posisi offside.

Persija akhirnya mendapatkan peluang terbaik dalam pertandingan ini pada menit ke-70. Bambang dengan cerdas melakukan tekanan terhadap pemain belakang JDT hingga lawan melakukan kesalahan. Sayang, bola yang sudah berhasil lepas dari kawalan lawan gagal dikonversi menjadi gol. Tendangan Bambang membentur tiang gawang.

Persija justru kembali kebobolan pada menit 76. Lewat sebuah serangan balik, kerja sama apik ditunjukkan Pereyra dan pemain yang baru masuk Safawi Rasid. Tendangan keras kaki kiri Safawi yang tak terkawal menghujam ke gawang Andritany.

Persija benar-benar kalah di semua lini dari eks klub pelatih Persib Bandung, Roberto Carlos Mario Gomez, ini. Terutama di lini tengah yang sama sekali tidak mampu menguasai bola cukup lama. Umpan-umpan dan kerja sama yang sangat apik dari pasukan JDT tak mampu diimbangi oleh Macan Kemayoran.

Menjelang akhir pertandingan, kubu JDT sepertinya masih bernafsu menambah keunggulan mereka. Namun, dari beberapa peluang terakhir tak ada yang mampu membuat Andritany kembali memungut bola dari gawangnya. Hasil akhir JDT unggul tiga gol tanpa balas dari Persija.

JDT benar-benar memberi pelajaran penting bagi Persija untuk siap tampil di kompetisi Asia. 

Johor Darul Ta'jim 2-0 Persija
(Ahmad Hazwan 29', Jorge Pereyra 42', Safawi 75')

Susunan Pemain

Johor Darul Ta'jim: Farizal; Afiq, Azrif, La'Vere Corbin, Fadhli; Safiq, Natxo, Jorge Pereyra, Hariss; Hazwan, Luciano Figueroa
Pelatih: Ulisses Morais

Persija Jakarta: Andritany; Marko Kabiay, Gunawan DC, Jaimerson, Valentino T; Novri S, Sandi, Asri A, Rudi Widodo; Bambang Pamungkas, Addison Alves
Pelatih: Stefano Cugurra 'Teco'

(adw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up