JawaPos Radar

Jokowi Bersama Basuki Meninjau Program Kotaku di Ambon

14/02/2018, 20:56 WIB | Editor: Teguh Jiwa Brata
Jokowi Bersama Basuki Meninjau Program Kotaku di Ambon
Ilustrasi (Fadhil Al Birra/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Kelurahan Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Ambon, Provinsi Maluku, Rabu pagi (14/2).

 Dilokasi tersebut dibangun jalan rabat beton sepanjang 2,5 kilometer (km) senilai Rp 860 juta. Disamping itu juga dibangun saluran drainase sepanjang 350 meter dengan biaya sebesar Rp 242 juta.

Saat ini, sebagian jalan sudah dapat digunakan. Sebelumnya jalan ini berlum dikerasakn. Masih berupa tanah yang sulit dilewati. Terutama ketika turun hujan. "Kotaku merupakan program kolaborasi. Tidak hanya Pemerintah Pusat, tetapi juga melibatkan Pemerintah Daerah dan warga, mulai dari perencanaan, pelaksanaan dan pengawasannya. Kalau masyarakat tidak dilibatkan maka kawasan yang sudah ditata akan kembali kumuh," kata Basuki, Rabu (14/2).

Basuki juga mengutarakan, sebagai upaya pengadaan sarana infrastruktur dasar permukiman, pihaknya telah mencanangkan gerakan 100-0-100. Yaitu tersedianya 100 persen akses air minum bagi masyarakat, 0 persen kawasan kumuh, dan 100 persen ketersediaan akses sanitasi sehat bagi masyarakat pada 2019. "Program Kotaku tidak hanya bertujuan membangun infrastruktur lingkungan, tapi juga untuk meningkatkan ekonomi dan prilaku hidup sehat masyarakat," tambahnya.

Kementerian PUPR mengalokasikan dana Rp 11,28 triliun untuk program padat karya tunai. Program tersebut meliputi Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI), Operasi dan Pemeliharaan (OP) irigasi, Pengembangan Infrastruktur Sosial dan Ekonomi Wilayah (PISEW), Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masayarakat ( Pamsimas), Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas), Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), pembangunan rumah swadaya maupun Rusun dan rumah tapak untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), dan pemeliharaan rutin jalan dan jembatan. 

Sementara untuk alokasi anggaran padat karya di Provinsi Maluku, melalui P3TGAI di 55 lokasi, di 4 kabupaten sebesar Rp 12,73 miliar, pemeliharaan jalan nasional sepanjang 1.772 km sebesar Rp 32,1 miliar, PISEW di 21 lokasi yang berada di 6 kabupaten sebesar Rp 12,6 miliar dan Kotaku di 24 kelurahan di 3 kabupaten atau kota sebesar Rp 13,7 miliar.

Untuk padat karya bidang perumahan, direalisasikan melalui program rumah swadaya bagi 3.500 unit di 11 kabupaten, anggarannya Rp 52,5 miliar. 

 

(sab/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up