Jumat, 23 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Pantau Harga Pasar, Pemprov Jabar Luncurkan Jarkomluhped

| editor : 

Aher

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan saat acara pengukuhuan Jaringan Komunikasi Penyuluhan Pedesaan (Jarkonluhped) di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (14/2). (Siti Fatonah/JawaPos.com)

JawaPos.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat me-launching Jaringan Komunikasi Penyuluhan Pedesaan (Jarkomluhped) di Gedung Sate Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (14/2).

Jarkomluhdes merupakan perangkat IT yang dibangun kelompok pertanian di desa-desa. Program ini merupakan solusi atas jawaban keluhan petani akan harga hasil panen yang tidak sesuai di pasaran.

"Untuk alat komunikasi, komunikasinya macam-macam bisa konsultasi ke dinas, ke penyuluh, bisa pun meminta data harga-harga barang yang mendukung pertanian," ujar Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Bandung, Rabu (14/2).

Jaringan tersebut, imbuhnya dihadirkan sebagai upaya menghindari terjebaknya para petani di desa terkait harga pasar. "Sehingga tidak ada para petani yang menjual hasil pertaniannya terjebak terhadap harga yang murah," jelasnya.

Pemimpin yang kerap disapa Aher itu mengatakan hal-hal yang sering ditemui para petani desa yakni terjebak harga yang tidak sesuai. "Tiba-tiba ada tengkulak datang atau pembeli yang meminta barang harus dijual padahal belum tahu harga pasar," ucapnya.

Dengan hadirnya Jarkomluhdes maka para petani bisa mendapatkan data harga barang di dunia pertanian. "Seperti bibit, dan pupuk. Sehingga harga pasar bisa terpantau secara transparan, dan petani mendapatkan harga yang sesuai," ujarnya.

Tidak sebatas mendapat data harga, perangkat tersebut bisa sebagai wahana  pemasaran secara bersamaan. Supaya transaksi pertanian bagus dan berdampak pada kesejahteraan yang riil maka tentu produksinya perlu diperkuat baik kualitas maupun kuantitas.

"Kalau kuantitas meningkat dan kualitas bagus maka harga jualnya akan makin tinggi. Terlebih kemudian kalau di kawasan pertanian kita ada pengolahannya, maka akan ada manfaat ganda," pungkasnya.

(sha/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP