Jumat, 23 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Petani: Keberadaan Pabrik Semen Rembang Tak Pengaruhi Hasil Panen

| editor : 

Pabrik semen

Pabrik semen (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Para petani di sekitar pabrik PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) di Rembang mengaku hasil panen mereka tidak akan terpengaruh. Bahkan, data beberapa kelompok tani menunjukkan adanya peningkatan aktivitas pertanian.

Hal itu terlihat dari adanya peningkatan serapan pupuk untuk semua jenis di area pertanian tersebut. Menurut data 10 kelompok tani di Tegaldowo untuk musim tanam tahun ini terjadi lonjakan kebutuhan pupuk dari tahun sebelumnya.

Pemilik UD Mutiara, Triningsih mengatakan, pada musim tanam 2017 lalu serapan pupuk urea mencapai 864 ton. "Adapun, pada 2016 lalu serapan pupuk urea di Desa Tegaldowo hanya 695 ton," ujarnya kepada JawaPos.com, Rabu (14/2).

Sebagai informasi, pertanian di Desa Tegaldowo pada 2017-2018 ini mengalami tiga kali musim tanam. Sementara, tahun-tahun sebelumnya hanya dua kali musim tanam.

"Hasil panen kami juga meningkat tajam," ungkap Ketua Kelompok Tani Sumber Mulyo Tegaldowo, Eko Purwanto.

Memasuki pertengahan Februari 2018 ini, para petani di sekitar pabrik semen di Rembang mulai panen jagung dan sebagian lahan sudah mulai musim tanam padi.

Terkait dengan fakta tersebut, para petani merasa heran dengan sekelompok orang yang hingga hari ini masih bersikeras menolak pabrik dengan melakukan aksi-aksi di Jakarta.

"Kalau mereka petani, harusnya bulan-bulan ini sibuk panen dan persiapan musim tanam bukan malah demo di Jakarta" kata Pujo, Petani asal Desa Timbrangan.

Hal senada ditegaskan oleh Gunawan, Ketua Gapoktan Makmur Desa Pasucen yang sangat dekat dengan area pabrik.

"Kami justru merasa bersyukur ada pabrik semen. Sebab, di sela-sela menunggu panen kami masih bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari pengaruh ekonomi adanya pabrik semen," tandasnya.

(mys/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP