Jumat, 23 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Bupati Subang Terciduk OTT KPK

Awali Karir sebagai Pedagang Beras, Imas Kini Bernasib Nahas

| editor : 

Bupati Subang Imas

Bupati Subang Imas Aryumningsih terciduk OTT KPK di rumahnya. (Pojoksatu/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bupati Subang Imas Aryumningsih terciduk dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT), Selasa (13/2) malam oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun, status politisi Golkar itu belum jelas sampai saat ini karena masih dilakukan pemeriksaan untuk dirinya. 

Diketahui, sebelum Imas dilantik menjadi Bupati Subang, dia pernah menjabat sebagai Wakil Bupati Subang Periode 2013-2018. Saat itu yang menjadi Bupatinya adalah Ojang Sohandi. 

Posisi Ojang yang menjadi Bupati sebelumnya juga diisi oleh Eep Hidayat Bupati yang berpasangan dengan Ojang naik tahta terkena Eep masuk penjara akibat tindak pidana korupsi.

Namun, pada Senin (11/4/2016) Ojang juga terjaring dalam OTT tim satgas penindakkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lalu ditetapkan sebagai tersangka pada Selasa (12/4).

Ojang terjerat kasus dugaan memberi uang suap kepada jaksa di Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) terkait pengamanan kasus dugaan korupsi BPJS di Kabupaten Subang. 

Tidak hanya itu Ojang juga diduga melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Jadi, karena dua kasus tersebut, Ojang tidak bisa melanjutkan amanahnya sebagai Bupati Subang. Kemudian posisi Bupati Subang Ojang Sohandi yang kosong diisi oleh wakilnya, Imas Aryumningsih.

Imas menjadi Bupati perempuan pertama dalam sejarah Subang. Imas mengawali karirnya sebagai pedagang beras. Dia kemudian mencoba peruntungannya di bidang konstruksi. Sebagai pengusaha, ia dikenal sukses menangani proyek-proyek penting di Kabupaten Subang maupun di daerah lain.

Pada 2008, dia mulai tertarik terjun ke dunia politik. Saat itu, Imas Aryumningsih menggandeng Primus Yustisio untuk mencalonkan diri sebagai Bupati dan wakil bupati Subang periode 2008-2013.

Akan tetapi, pasangan tersebut dikalahkan pasangan petahana. Kekalahannya kala itu tak membuat Imas Aryumningsih menyerah. Ia kembali mencalonkan diri dalam Pilkada Subang 2013, tetapi kali ini posisinya sebagai calon wakil bupati bersama Ojang Sohandi.

Pasangan Ojang-Imas memenangi Pilkada Subang 2013. Keduanya terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Subang periode 2013-2018.

Perempuan yang akrab disapa Bunda Imas ini dikenal aktif membagikan informasi kegiatan sehari-harinya sebagai Bupati Subang di media sosial. Tak jarang, dia juga melontarkan candaan dalam judul foto-foto yang diunggahnya.

Selain itu, Imas Aryumningsih kerap berinteraksi dengan warganet yang berkomentar di halaman media sosialnya. Di mata warganet, Bunda Imas dinilai sebagai sosok yang ramah dan dekat dengan warga.

Sejak menjadi Bupati Subang, putri kedua dari enam bersaudara hasil pernikahan pasangan Sulaeman dan Unengsih ini banyak meraih penghargaan. Salah satu di antaranya adalah penghargaan Original Rekor Indonesia (ORI).

Penghargaan tersebut diberikan atas prestasi penyelenggara pendukung dan sebagai pemerhati anak bangsa atas gagasan ide kreatif. Gagasannya itu berupa kolaborasi anak TK dengan 100 pelukis nasional dalam acara Painting Exhibition Pesona Tatar Sunda Subang. Mereka melukis dalam satu kanvas yang sama sepanjang 100 meter dalam waktu serentak.

Imas Aryumningsih juga mendapat penghargaan sebagai salah satu perempuan inspiratif yang telah melakukan karya nyata di lingkungan masyarakat bangsa dan negara. Penghargaan diberikan oleh Perhimpunan Perempuan Lintas Profesi Indonesia (PPLIPI).

Setelah beberapa tahun terlewat dan rentetan peristiwa dan prestasi yang telah ditorehkannya. Hari nahas Imas telah tiba, tepat pada, pada Selasa (13/2) malam, kabar mengejutkan datang karena dia terjaring dalam OTT KPK.

"Ya benar, Bupati Subang IA ditangkap," kata sumber internal KPK, di Jakarta, Rabu (14/2). IA ditangkap karena kedapatan melakukan transaksi suap-menyuap.

Selain Imas, tim penindakan juga membekuk sejumlah pihak lain di antaranya CAS (ajudan), K (sopir), M (swasta) I (sasisten pribadi), A (Kabin Perizinan), D (buruh), dan Y (pelayan perizinan).

Saat ini para pihak yang diamankan telah sampai di Gedung KPK sejak Rabu (14/2) dini hari hingga Subuh tadi. Mereka tengah menjalani pemeriksaan intensif guna ditentukan status hukumnya dalam waktu 1x24 jam.

(ce1/ipp/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP