Minggu, 25 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Enam Tentara Tewas, India Ngamuk ke Pakistan

| editor : 

India

India (Reuters)

JawaPos.com - India telah memperingatkan Pakistan kalau mereka harus membayar insiden yang terjadi di Kashmir pada Sabtu (10/2), saat enam tentara India tewas setelah menyerbu kamp tentara Sunjuwan.

"Pakistan sedang memperluas jalur teror. Kami akan memberikan bukti untuk membuktikan bahwa Pakistan adalah dalang yang memengaruhi semua ini. Pakistan akan membayar untuk kesia-siaan ini," ujar Menteri pertahanan India Nirmala Sitharaman, Senin, (12/2).

Sitharaman menyalahkan Jaish E Muhammad (JEM), sebuah kelompok bersenjata yang berbasis di Pakistan atas serangan Jammu. Namun Kementerian Luar Negeri Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tuduhan India terlalu dini dan tidak tepat.

Kashmir

Kashmir (Reuters)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan Mohammed Faisal mengatakan, India selalu menyalahkan Pakistan tanpa sedikit pun bukti. Itu amat disesalkan dan membawa pada kondisi tak kredibel.

"Hal yang lebih menyedihkan, ada nada mengancam India yang meningkatkan ketegangan dengan pelanggaran gencatan senjata yang belum pernah terjadi sebelumnya di India," ujar Faisal.

Pada Selasa, seorang pejabat dari Central Reserve Police Force (CRPF) India mengatakan, seorang tentara paramiliter dan dua pejuang tewas dalam serangan lain di Srinagar, kota utama Kashmir yang masuk dalam teritori India.

Serangan pada Sabtu di pangkalan militer adalah yang terbesar sejak September 2016 ketika pejuang separatis menyerbu sebuah pangkalan militer di kota perbatasan Kashmir di Uri, menewaskan 18 tentara India.

Menurut Pemerintah Jammu dan Kashmir, setidaknya 56 pasukan keamanan India telah terbunuh dalam tiga tahun terakhir dalam pertukaran lintas batas. Ini mengakhiri sebuah kesepakatan gencatan senjata yang sebagian besar berhasil ditandatangani pada tahun 2003.

Pemerintah menyalahkan tentara Pakistan atas kematian sebanyak 97 orang, termasuk 41 warga sipil, dan melukai 383 lainnya dalam 834 pelanggaran gencatan senjata dalam tiga tahun terakhir.

(ina/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP