Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hoax Atau Bukan

Megawati Diserang Berita Hoax, Katanya Risih Suara Azan

| editor : 

Megawati

Megawati Soekarno Putri (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Setelah sebelumnya Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) jadi korban hoax, kini kasus itu menyasar ke Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Presiden Indonesia kelima itu terkena hoax dari situs media online 'abal-abal' yang menyebutkan, "Megawati Minta Pemerintah Tiadakan Adzan di Masjid, Karena Suaranya Berisik".

‎Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto menegaskan, pihaknya selalu berjuang mewujudkan politik yang berkeadaban terus disampaikan oleh ketua umum. Meski Megawati terus diserang dan difitnah, termasuk fitnah soal larangan azan baru-baru ini.

Ilustrasi berita hoax

Ilustrasi berita Hoax (Koko/JawaPos.com)

"Ibu Megawati selalu diam menghadapi berbagai serangan tersebut. Namun diamnya Ibu Megawati sebenarnya disertai keprihatinan yang mendalam bahwa martabat sebagai bangsa, mengalami kemunduran," ujar Hasto dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Selasa (13/2).

Hasto juga menambahkan, ‎meminta kepada kader PDIP untuk menjaga semua perkataannya. Para kader harus mengajarkan nilai-nilai kebenaran, moral, etika yang baik, serta peradaban sebagai bangsa yang santun dan toleran.

"Karena itulah setiap anggota dan kader partai harus berdisiplin berbicara, berpikir positif, dan terus menunjukkan tradisi politik yang membangun peradaban," katanya.

Diucapkan Hasto, adanya serangan hoax kepada Megawati dan juga ke PDIP akan diubah oleh para kader menjadi serangan yang positif. Jangan sampai menimbulkan kegaduhan karena adanya isu-isu hoax tersebut.

"Seluruh simpatisan, anggota, dan kader partai agar tetap tersenyum menghadapi berbagai serangan," ungkapnya.

Sementara kepada pihak-pihak yang selalu menebarkan kebencian lewat kabar-kabar hoax harus segera disadarkan. Itu menjadi tanggung jawab bersama untuk mewujudkan nilai-nilai ketuhanan yang adil dan beradab.

"Biarkanlah proses hukum yang berkeadilan yang akan menyelesaikan," pungkasnya.

Sekadar informasi, dalam akun Facebook, Tomy Atmaja Puta diketahui membagikan (share) sebuah portal berita yang berjudul "Megawati Minta Pemerintah Tiadakan Azan di Masjid, Karena Suaranya Berisik".

Berita itu diketahui dibuat oleh situs, med1a-terpercaya.blogspot.pe. Namun saat posting-an berita itu ingin dilihat, rupanya media tersebut telah diblokir.

(ce1/gwn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP