Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pemilihan

Mantan Ketum PSSI Gagal Bertarung di Pilkada

| editor : 

ilustrasi pilkada

ilustrasi pilkada (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Langkat sudah mengumumkan nama pasangan calon (paslon) yang akan maju dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Langkat, Senin (12/2).

Dalam penetapan itu, Mantan Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Djohar Arifin tidak lolos karena tidak memenuhi persyaratan.

Djohar yang maju dari jalur perseorangan berpasangan dengan Iskandar Sugito tidak memenuhi syarat dukungan paslon. Setelah masa perbaikan berkas dukungan, Djohar-Iskandar hanya memperoleh 42.185 dukungan dengan sebaran dukungan di 23 kecamatan.

"Jumlahnya itu diakumulasi dari yang pertama verifikasi dengan yang terakhir. Setelah diakumulasi, tetap tidak memenuhi syarat dukungan," kata Komisioner KPUD Langkat Bidang Teknis dan Data Muhammad Khair saat dikonfirmasi, Senin (12/2) malam.

Selain Djohar, ada empat Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) dari jalur perseorangan lainnya yang juga batal bertarung di Pilkada Langkat. Sama seperti Djohar, mereka juga tidak memenuhi syarat dukungan untuk pencalonan yakni sebanyak 53.552 dukungan.

Keempat pasangan dari jalur perseorangan yang tidak masuk dalam pencalonan yakni Irham-Ahmad Zaidnur dengan dukungan 20.527 di 23 kecamatan; Muhammad Zamroni dan Denny Nur Ilham dengan dukungan 26.752 di 20 kecamatan; Kemudian Abdul Aziz dan Yatman dengan dukungan 18.071 di 18 kecamatan; pasangan Sulistiyanto dan Heriansyah dengan dukungan 43.170 tersebar di 23 kecamatan.

Sementara itu, KPUD Langkat sudah menetapkan dua paslon yang didukung oleh partai politik. Untuk paslon dari partai, minimal harus mendapat dukungan 10 kursi dari DPRD Langkat.

Kedua paslon tersebut yakni, Rudi Hartono Bangun - Budiono yang didukung oleh Demokrat, PKS, dan NasDem dengan perolehan dukungan 15 Kursi. Kemudian, pasangan Terbit Rencana Perangingangin - Syah Afandin alias Ondim yang didukung PDIP, Golkar, PPP, PAN, PBB, PKB, Hanura, dan Gerindra dengan perolehan 35 kursi.

Penetapan calon awalnya dijadwalkan pada pukul 20.00 WIB. Namun, karena alasan pengamanan, KPU menggeser acara penetapan paslon bupati dan wakil bupati pada pukul 17.30 WIB.

"Ada permintaan dari pihak pengamanan, sehingga kita geser lebih cepat waktu penetapannya," kata Komisioner KPUD Langkat Divisi Hukum dan Pengawasan Sopian Sitepu.

(ce1/pra/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP