Minggu, 18 Feb 2018
Logo JawaPos.com
Hukum & Kriminal

Ditahan KPK, Begini Tanggapan Penyuap Bupati Ngada NTT

| editor : 

Wihelmus Iwan Ulumbu

Wihelmus Iwan Ulumbu (kaos biru) saat tiba di KPK Jakarta, Senin (12/2). (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Usai dilakukan pemeriksaan lanjutan sekitar enam jam dan menjalani cek kesehatan, Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu langsung ditahan oleh penyidik KPK. Tersangka penyuap penyuap Bupati Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae tersebut, ditahan selama 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan.

Marianus Sae (MSA) di Rutan Klas 1 Jakarta Timur  Cabang KPK dan Wilhelmus Iwan Ulumbu (WIU) di Rutan Polres Metro Jakarta Timur," terang Plh Kabiro Humas KPK Yuyuk Andriati Iskak, di  Jakarta Senin (12/2) kemarin.

Menanggapi penahanannya oleh KPK, Wihelmus yang keluar dari ruang penyidikan sekitar pukul 23:08 WIB, dengan menggenakan baju warna biru dibalut rompi tahanan warna oranye enggan berkata banyak ke awak media. "Saya tidak mau komentar," ujarnya sambil berlalu menuju mobil tahanan KPK yang akan membawanya ke ‘Hotel Prodeo'.

Selebihnya ia enggan berkata lagi, kendati dicecar bertubi-tubi dengan beragam pertanyaan oleh para kuli tinta.

Hal senada juga dilakukan oleh saksi Petrus Pedulewari saat keluar dari kantor KPK sekitar pukul 22.30 WIB. Pegawai Bank BNI Cabang Bajawa, Kabupaten Ngada yang ikut diciduk KPK dalam OTT Bupati Ngada ini melakukan aksi bungkam.

Bupati Ngada

Bupati Kabupaten Ngada, Provinsi NTT Marianus Sae, saat akan dimasukkan ke rumah tahanan, Jakarta, Senin (12/2) (Issak Ramadhan/JawaPos.com)

Dengan menenteng koper hitam, tas warna cokelat, dia terus berupaya menghindar dari kerumunan wartawan yang terus memburunya. Untuk menghindari sorotan kamera para video jurnalis dan kamera fotografer, Petrus  berjalan kesana-kemari berupaya menjauh dari serbuan para pewarta yang menunggunya sejak pagi hari.

Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Ngada Marianus Sae dan Dirut PT Sinar 99 Permai, Wilhelmus Iwan Ulumbu sebagai tersangka.

“Setelah melakukan pemeriksaan 1x24 jam dilanjutkan gelar perkara, disimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi memberikan atau menerima hadiah atau janji kepada Bupati Ngada terkait proyek-proyek di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur,” terang Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, dalam konferensi pers di kantornya, Senin (12/2).

Marianus diduga menerima suap dari Wilhelmus terkait sejumlah proyek di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Wilhelmus diketahui merupakan salah satu kontraktor di Kabupaten Ngada yang kerap mendapatkan proyek di Kabupaten Ngada sejak tahun 2011.

Atas perbuatannya, sebagai pihak pemberi suap, Wilhelmus disangka melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang  Pemberantasan Korupsi.

Sementara sebagai pihak penerima suap, Marianus disangka melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaiman diubah dengan UU No.20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Korupsi.

(ipp/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP