Senin, 21 May 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Bos Bosowa Aksa Mahmud Bantu Penyelesaian Abu Tours dan Jemaahnya

| editor : 

Aksa Mahmud

Aksa Mahmud (Dok. JPNN)

JawaPos.com - Founder Bosowa Group, Aksa Mahmud ikut campur dalam permasalahan yang membelit travel umroh Abu Tours dan para jemaahnya. Mantan Ketua Kadin Sulsel ini akan membantu menengahi masalah tersebut.

Aksa Mahmud mendampingi CEO Abu Tours, Hamzah Mamba dalam memberikan keterangan di RM Lae-lae, Makassar. Abu Tours pun diduga tak akan mampu memenuhi janjinya untuk mengembalikan dana nasabah. Sebab, kondisi keuangannya tak memungkinkan.

Kemunculan Hamzah tak memberi kepastian jadwal bagi jemaah yang gagal berangkat. Sebaliknya, malah memberi sederet persyaratan yang kian membebani jemaah yang telanjur membayar paket umrah murah.

ilustrasi jemaah umroh

ilustrasi jemaah umroh (Dok. Jawapos.com)

Hamzah mengakui kondisi yang membelit usaha perjalanan umrahnya sangat berat. "Saya hampir menyerah. Selama ini bukan tidak mau tampil. Saya bekerja supaya jemaah Abu Tours bisa berangkat," ujarnya dikutip Fajar (Jawa Pos Grup), Sabtu (10/2).

Dia beralasan, aturan Kementerian Agama RI yang menetapkan harga standar minimal umrah Rp 20 juta jadi penyebabnya. Masalah lainnya, pada kebijakan pajak progresif lima persen dari Pemerintah Arab Saudi.

Hamzah pun menyusun skenario baru untuk jemaah. Dia mengeluarkan maklumat yang kian membebani jemaah. Masalah Abu Tours juga mesti ditanggung para jemaah, khususnya yang mendaftar dengan tarif promo.

Masing-masing jemaah mesti mencari jemaah lagi untuk berangkat. Plus tambahan biaya umrah. "Jemaah di wilayah Makassar, mesti mengajak dua jemaah baru dan menambah Rp 6 juta. Atau mengajak satu jemaah dengan menambah Rp 10 juta. Harga paket jemaah baru Rp 21 juta," jelasnya.

Jemaah yang setuju, langsung diberangkatkan dalam kurun waktu 4-7 hari setelah penambahan biaya. Janji pemberangkatan jemaah pada 10, 13, dan 17 Februari akan ditepati.

"Kami berangkatkan 45 orang tiap pemberangkatan. Sebenarnya dari bulan kemarin kita berangkatkan bertahap, ada 100 jemaah, ada 45 jemaah," tegasnya.

Lantas bagaimana dengan jemaah yang menolak dan meminta pengembalian uang?

Hamzah tak bisa menjamin uang jemaah akan kembali. Alasannnya, keuangan travel milinya tengah mengalami kesulitan.

Kebijakan sepihak Abu Tours tersebut langsung menuai kontroversi. Jemaah menolak jika harus menambah biaya umrah dengan nilai besar. Apalagi jika diminta mencari jemaah baru.

Salah seorang jemaah, Profesor Anwar Ramli kesal dengan kebijakan sepihak itu. Tambahan biaya plus harus mencari jemaah baru, dianggapnya tidak sesuai perjanjian awal. Sesuai perjanjian Abu Tours, jemaah hanya diminta melunasi biaya paket sejak 2017 dan berangkat Januari 2018.

Anwar menuturkan, dirinya sebetulnya tak begitu terbebani jika harus menambah biaya umrah. Misalnya, Rp 6 juta sesuai tambahan syarat. Bebannya justru pada persyaratan harus mencari dua jemaah baru.

"Saya tidak mau cari jemaah begitu. Kebetulan saja saya sama keluarga ini berangkat 10 orang. Saya tidak pernah cari jemaah," kata Anwar.

Guru besar Universitas Negeri Makassar itu menegaskan tak mungkin dia dan keluarganya mencari masing-masing dua jemaah baru. Namun, jika tak mendapat dua jemaah baru, wajib menambah Rp 15 juta.

"Itu jumlahnya sudah Rp 30 juta per orang. Masa beban Abu Tours, ditanggung semua oleh jemaah. Sudah tidak beres kalau begini," jelasnya.

Dengan persyaratan yang tidak masuk akal, Anwar berniat menarik dana. Total dana yang telah dibayarkan mencapai Rp 165 juta untuk 10 orang jemaah.

Menurutnya, masih banyak travel lain yang biayanya hanya sekitar Rp 24 juta, sudah bisa berangkat. Tanpa antre. Lagian sudah banyak jemaah yang hilang kepercayaan, pasti sulit. Kondisi ini dinilai menjadi tanda-tanda Abu Tours mulai habis.

"Selama ini mereka putar uang jemaah, kemudian dipakai berangkatkan jemaah sebelumnya. Yang dibelakang bermasalah," tegasnya.

Jemaah lainnya, Profesor Jalaluddin Rahman yang sudah menegaskan akan menarik dana, berpatokan pada perjanjian. Abu Tours telah membuat perjanjian akan mengembalikan dananya dalam waktu 90 hari ke depan, terhitung mulai 1 Februari.

Jemaah sudah putus asa. Mereka minta Abu Tours kembalikan dana. Jadwal pemberangkatan yang tak pasti membuat jemaah menuntut dananya dikembalikan.

(srs/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP