Minggu, 25 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Kurangi Takaran, Bandar Narkoba Dihabisi

| editor : 

Bandar Narkoba

Satreskrim Polres Kampar menyita barang bukti kasus pembunuhan bandar narkoba. (Virda Elisya/JawaPos.com)

JawaPos.com - Teka-teki pembunuhan Yusuf, 50, akhirnya terkuak. Jasad korban ditemukan tergeletak di Jalan Poros, jalur kosong kebun CR 1 Plasma, Desa Kijang Jaya, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar, Riau, Jumat (9/2) sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat ditemukan warga, korban sudah tidak bernyawa dengan luka bacok di bagian kepala belakang. Jari manis korban putus akibat sabetan senjata tajam (sajam).

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil menemukan pelaku pembunuhan tersebut. Adalah Ali Mukti Ritonga, warga Jalan Mandau, Kecamatan Tapung Hilir, Kabupaten Kampar. Pria berusia 42 tahun itu ditangkap tak sampai 24 jam selang ditemukannya jasad korban. Ali dibekuk polisi saat berada di rumahnya.

"Kami berhasil mengamankan pelaku. Diduga motifnya gara-gara narkoba. Pelaku dendam karena sering ambil sabu, tapi sering dikurangi (takarannya). Korban itu salah satu bandar narkoba juga," ungkap Kapolres Kampar AKBP Deni Oktavian didampingi Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Fajri, Sabtu (10/2).

Hasil pemeriksaan diketahui bahwa pelaku sempat memesan sabu-sabu dari korban pada Kamis (8/2) sore. Setelah sabu diterima, ternyata takarannya tak sesuai dengan yang dipesan. Merasa sering dibohongi, akhirnya pelaku mengajak korban untuk bertemu di Jalan Poros.

"Pada malam harinya, tersangka yang masih di bawah pengaruh narkoba merasa kesal terhadap korban. Dia mengajak korban ketemuan. Kemudian melakukan aksi pembunuhan dengan cara mebacok bagian kepala kanan korban serta memotong ujung jari manis korban," terang Fajri.

Selain menangkap Ali, polisi sekaligus menyita sejumlah barang bukti. Antara lain dua unit sepeda motor, sebilah parang, dua unit handphone, sepasang baju, batu asah, sandal, gunting dan kotak rokok. Tersangka dijerat dengan Pasal 340 juncto 338 tentang Pembunuhan Berencana. Ancaman hukumannya penjara seumur hidup.

(ica/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP