Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Jokowi: Saya Minta Pak Yousri Jadi Presiden

| editor : 

HPN 2018

Presiden Jokowi dan seorang wartawan senior di Surabaya Yousri Nur Raja Agam saat di atas panggung puncak perayaan Hari Pers Nasional 2018 di kawasan Cimpago, pantai Padang, Jumat (9/2). (Riki Chandra/JawaPos.com)

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kerap dicegat wartawan untuk wawancara. Setiap kali doorstop, 70 hingga 90 wartawan selalu mencecar narasumber dengan berbagai hal. Ternyata, aksi wartawan itu kadang membuat Jokowi jengkel.

"Pertanyaan banyak, beragam. Sering kali narasumber tidak siap. Hari ini karena perayaan pers, saya minta satu wartawan tunjuk tangan dan maju ke atas panggung," kata Jokowi saat menghadiri puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di kawasan Cimpago, Pantai Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Jumat (9/2).

Jokowi lantas menatap tiap sudut pentas yang disesaki ribuan undangan HPN. Presiden memilih seorang wartawan dari arah kiri panggung tempatnya berdiri. Wartawan beruntung yang mendapat kesempatan berdiri sejajar dengan orang nomor satu di Republik ini adalah Muhammad Yousri Nur Raja Agam.

HPN 2018

Presiden Jokowi dan seorang wartawan senior di Surabaya Yousri Nur Raja Agam saat di atas panggung puncak perayaan Hari Pers Nasional 2018 di kawasan Cimpago, pantai Padang, Jumat (9/2). (Riki Candra/Jawapos.com)

Wartawan tersebut berasal dari Surabaya. "Lho, ini wartawan senior yang dapat. Saya maunya tadi junior. Tapi nggak apalah," ucap Jokowi diiringi gelak tawa tamu HPN.

Kepada Yousri, Jokowi mengaku sering dicecar wartawan dengan pertanyaan yang kadang dalam keadaan tidak siap. "Jadi karena hari ini perayaan pers, saya minta Pak Yousri jadi Presiden. Saya jadi wartawan," tutur Jokowi yang lagi-lagi mengundang gelak tawa tamu undangan.

"Baiklah. Saudara wartawan, apa yang mau ditanyakan?" tanya Yousri pada Jokowi yang spontan membuat Presiden nyegir berikut ribuan undangan.

"Saya jadi nggak berani toh. Pak Presiden menanyakan apa yang mau saya tanyakan, sepertinya siap sekali. Ini Pak Yousri bagus kalau jadi Presiden," balas Jokowi dengan suara dibarengi tawa.

Jokowi melanjutkan, Pak Presiden memiliki 34 menteri. Lantas, menteri mana yang dianggap paling penting dari jumlah tersebut. "Sebenarnya, semuanya penting. Tapi yang paling penting adalah menteri yang bisa membuat Presidennya nyaman," jawab Yousri.

"Wah, ini politis banget. Saya tanya, menteri mana yang sebenarnya paling penting. To the point saja. Jangan muter-muter. Saya bingung nulisnya lho," timpal Jokowi mendesak seolah-olah jadi wartawan benaran.

"Baiklah, menteri yang mengurusi wartawan yang sekarang namanya Kominfo. Karena semua informasi bisa disampaikan dari desa hingga ke kota," jawab Yousri lagi.

Jokowi tak dapat menahan tawanya. Presiden kemudian menyuruh Yousri mengambil sepeda dan bisa dibawa pulang. "Sudah, ambil sepedanya. Presiden kembali saya ambil alih," terang Jokowi yang terus diiringi gelak tawa ribuan undangan.

(ce1/rcc/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP