Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Tanggapan Dingin Sri Mulyani Atas Ocehan Nyinyir Warganet Soal Utang

| editor : 

Menkeu Sri Mulyani beri kuliah umum di FEB UI

Menkeu Sri Mulyani beri kuliah umum di FEB UI (Marieska/JawaPos.com)

JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi komentar warganet selama ini yang selalu nyinyir soal utang Indonesia. Sri Mulyani sampaikan hal itu saat menjawab pertanyaan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) dalam kuliah umum di Kampus Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB UI).

Menurutnya, utang Indonesia masih 30 persen di bawah Produk Domestik Bruto (GDP) dan paling rendah di antara negara lain. Namun, menurutnya, celotehan di media sosial lebih menyebutkan angka nominal.

"Disebut katanya sekian ribu triliun. Bayangkan bayi-bayi begitu lahir udah punya utang. Ya, itu enggak salah sih tapi enggak sepenuhnya benar," ujarnya, Senin (5/2).

Sri Mulyani membandingkan dengan Jepang. Saat ini, utang Jepang 200 persen dari GDP Jepang atau dua kali lipat. Begitu pula negara Inggris, Prancis, Amerika Serikat dan lainnya.

"Tapi mereka baik-baik saja tuh. Kalian tetap mau kan ke negara itu, meskipun negara itu punya utang," katanya.

Sri Mulyani menjelaskan negara berutang juga untul membangun dan mencetak generasi cerdas seperti mahasiswa saat ini. Utang digunakan untuk belanja pendidikan dan kesehatan.

"Untuk bangun masyarakat jadi pintar seperti kalian saya enggak worry, karena kalian yang akan bawa solusi nantinya. Masyarakat dididik di atas 20 persen, sekarang saya bayar bunga 5-7 persen saya pakai sekolahkan anak-anak Indonesia maka anak-anak akan jadi pandai," paparnya.

Sri Mulyani juga menangkis omongan netizen yang mengatakan Indonesia kaya sumber daya alam dan tak perlu berutang. Sri Mulyani meyakini omongan nyinyir warganet soal utang tak lebih dari sekadar bermuatan politik.

"SDA kita itu sudah bayar pajak royalti. Jadi sekarang, jika kalian dalam medsos perhatikan ada yg ngomongin soal utang, saya jamin, kalau dia mau melintir saya jamin itu pasti dia punya motif politik," tegasnya.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP