Jumat, 23 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Pemilihan

Sidang Dugaan Pelanggaran Administrasi

Bawaslu Riau Hadirkan KPU dan Panwaslu Pekanbaru

| editor : 

Sidang dugaan pelanggaran verifikasi faktual dengan terduga pelaku KPU Riau (kiri) dan penemu pelanggaran (kanan) pada Senin (22/1).

Sidang dugaan pelanggaran verifikasi faktual dengan terduga pelaku KPU Riau (kiri) dan penemu pelanggaran (kanan) pada Senin (22/1). (Virda Elisya/JawaPos.com)

JawaPos.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Riau, menggelar sidang dugaan pelanggaran administrasi yang diduga dilakukan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pekanbaru, Senin (22/1) sore.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan pendahuluan atas temuan dari Panwaslu Pekanbaru ini, dipimpin oleh Ketua Majelis Rusidi Rusdan yang juga menjabat sebagai Ketua Bawaslu Riau. Turut hadir terduga pelaku yakni, KPU Pekanbaru dan penemu pelanggaran, Panwaslu Pekanbaru.

Sidang tak berlangsung lama, karena agendanya hanya pembacaan putusan pendahuluan. Sidang akan dilanjutkan pada Jumat (26/1) mendatang, dengan agenda mendengarkan jawaban dari terduga pelaku.

"Bacaan sidang berikutnya pembacaan temuan dan jawaban dari pelaku. Sidang ketiga baru menghadirkan saksi, baik saksi ahli maupun saksi fakta. Setelah itu, baru Bawaslu membuat putusan. Tidak boleh 14 hari semenjak laporan masuk," ujar Ketua Majelis persidangan.

Terpisah, Ketua Panwaslu Pekanbaru Indra Khalid Nasution saat ditanyakan mengenai temuan pelanggaran tersebut mengungkapkan, bahwa sidang ini merupakan tindak lanjut atas dugaan pelanggaran administrasi Partai Perindo di Kecamatan Rumbai.

Pada tanggal 4 Januari 2017, Panwascam Rumbai menemukan verifikator yang meluluskan KTA anggota Perindo untuk Pemilu 2019, yang ternyata tidak sesuai dengan Sipol (sistem informasi politik) KPU RI.

"Seharusnya, dalam aturan hakekat dari verifikasi faktual, pencocokan KTA dengan KTP asli dengan yang ada di Sipol," jelasnya.

Sebelum melaporkannya sebagai temuan pelanggaran, Panwaslu Pekanbaru telah merekomendasikan KPU Pekanbaru untuk melakukan perbaikan pada 4 Januari. Namun hal itu tidak diindahkan oleh KPU.

"Karena pihak kualifikator KPU Pekanbaru tetap meloloskan Partai Perindo maka akhirnya dilaporkan temuan tersebut kepada Bawaslu," sebutnya.

Indra enggan untuk berkomentar lebih jauh terkait hasil sidang. Dia mengatakan untuk menunggu saja hasil persidangan selanjutnya.

(ica/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP