Minggu, 18 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Jaksa KPK Putar Rekaman Johannes Marliem, Begini Reaksi Istri Novanto

| editor : 

Deisti Astriani Tagor

Deisti (mengenakan blouse hitam dan kerudung hitam bercorak ) serius menyimak suara Johannes di dalam rekaman yang diputar JPU KPK , Senin (22/01) (Desyinta Nuraini/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memutar rekaman pemeriksaan Direktur Biomorf Lone LLC Johannes Marliem oleh FBI di Persidangan Tipikor Jakarta, hari ini, Senin (22/1). Namun yang menarik adalah, istri Novanto, Deisti Astriani Tagor tampak antusias mendengar dan menyaksikannya.

Deisti yang baru hadir sekitar pukul 19.00 WIB semula terlihat serius menyimak tanya jawab hakim maupun jaksa dengan saksi, pengusaha yang saat ini menjadi terdakwa kasus e-KTP, Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dibeberkanlah mengenai peran Novanto yang mengatur proyek kartu tanda penduduk di DPR.

Setelah lama mengulik terkait awal mula pembahasan mengenai bagi-bagi fee proyek tersebut kepada DPR dan Kementerian Dalam Negeri, JPU KPK lantas mengatakan akan memutarkan rekaman suara pemeriksaan Johannes.

Mendengar hal itu, Deisti langsung mengarahkan wajahnya ke arah JPU KPK yang tengah menayangkan transkrip percakapan dari sebuah proyektor. Bahkan Deisti sampai mencondongkan badannya ke depan untuk membaca transkrip rekaman tersebut di tembok sebelah kiri ruang sidang.

Deisti yang mengenakan blouse hitam dan kerudung hitam bercorak itu serius menyimak suara Johannes di dalam rekaman tersebut. Hingga akhirnya rekaman tersebut berhenti diputar dan dia kembali membenarkan posisi duduknya.

Adapun dalam rekaman tersebut, Johannes mengakui adanya pertemuan di rumah Novanto untuk membahas anggaran proyek e-KTP seperti yang disampaikan Andi Narogong saat bersaksi tadi. Disampaikan bahwa Novanto saat pertemuan itu meminta adanya potongan harga (discount) 50 persen dari harga Rp 5 ribu rupiah per kartu.

"Johanes Marliem mengonfirmasi pertemuan di rumah Pak Novanto di pagi hari. Apakah tadi ada yang mengatakan permintaan discount lima puluh persen, itu siapa yang sampaikan?" tanya JPU KPK Abdul Basir kepada Andi.

Andi lalu mengatakan bahwa dia mendengar adanya permintaan itu dari Johannes. "Mungkin Pak Marliem yang sampaikan gitu. Discount dari harga kontrak dengan AFIS," jelasnya. 

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP