Minggu, 25 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Peran E-KTP Dinilai Minim Karena Hal Ini

| editor : 

ilustrasi

ilustrasi (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Peran e-KTP elektronik belum terintegrasi dengan pelayanan publik di Jawa Tengah. Data KTP elektronik yang terekam sidik jari serta kornea mata seharusnya dapat diakses seluruh instansi publik.

Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah, Rukma Setya Budi mengatakan, peran e-KTP masih sangat minim dan seharusnya lebih dapat dioptimalkan.

"E-KTP belum berperan di pelayanan publik. Kalau bisa itu satu kartu bisa untuk semua, terhubung dari kesehatan, pendidikan, dan lainnya. Naik kereta juga pakai e-KTP," ungkap Rukma saat memimpin diskusi di Kantor DPRD Provinsi Jawa Tengah, Semarang (19/1).

Politisi PDIP itu juga mengharapkan, e-KTP dapat menjadi penghubung untuk merencanakan anggaran dari DPRD ke pemerintah daerah.

"Padahal kalau data di e-KTP sudah terintegrasi kerjasama dengan semua instansi pelayanan masyarakat, data itu juga bisa acuan perencanaan anggaran pemerintah," tambahnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Semarang Gunawan, juga mengeluhkan belum bisa memanfaatkan data e-KTP untuk kebutuhan pendidikan. Ia menyebutkan penggunaan NIK pada E-KTP hanya sebatas saat melakukan pendaftaran saja.

"Kalau beasiswa kita juga harus ada keterangan miskin yang dikeluarkan oleh dinas sosial. Verifikasi beasiswa saja juga masih manual," katanya.

Demikian pula dengan pengajuan surat keterangan miskin dengan sistem manual yang menurut Gunawan justru menjadi rawan akan kecurangan. Ia mencontohkan bahwa surat yang dibuat kadang tidak mencerminkan keadaan sebenarnya.

"Data warga miskin harus terus diperbaharui, karena banyak ditemukan keterangannya miskin, padahal orang tuanya seorang manager dengan gaji 30 juta per bulan," sambungnya.

Data e-KTP untuk Rumah sakit atau dunia kesehatan juga sangat jarang digunakan.

Wakil Direktur Pelayanan RSUD K.R.M.T. Wongsonegoro, M Abdul Hakam mengatakan, selain sebatas untuk melampirkan asuransi BPJS, data rekaman e-KTP belum bisa digunakan untuk membantu identifikasi pasien yang tidak membawa identitas.

"Harapan kami data bisa kita lihat menjadi satu data. Semisal saat ada pasien tidak membawa identitas bisa kita cek dari sidik jari maupun kornea mata. Dan identitas bisa kita lihat bila dibutuhkan secara darurat oleh pasien," jelasnya.

(gul/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP