JawaPos Radar

Polri Klarifikasi Isi Ceramah Ustad Zulkifli Ali

19/01/2018, 05:34 WIB | Editor: Imam Solehudin
Zulkifli Muhammad Ali
Ustad Zulkifli Muhammad Ali (UZMA Channel/Youtube)
Share this image

JawaPos.com - Bareskrim Mabes Polri resmi menetapkan Ustad Zulkifli Muhammad Ali sebagai tersangka karena diduga melakukan ujaran kebencian.

Analisis Kebijakan Madya Divisi Humas Polri, Kombes Pol Sulistyo Pudjo mengatakan, penetapan Zulkifli Ali sebagai tersangka setelah petugas melakukan proses penyelidikan dan menemukan adanya tausiyah bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Pemeriksaan yang diadakan Zulkifli Muhammad dikarenakan adanya penyebaran berita bohong yang terjadi sekitar November 2017," kata Pudjo di Gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/1).

Pudjo menuturkan, apa yang disampaikan Zulkifli dalam ceramahnya dapat meresahkan masyarakat. Mereka mengklaim isu pembuatan jutaan KTP di Perancis dan Cina adalah kebohongan.

"Adanya konten-konten informasi bahwa jutaan KTP telah dicetak di Perancis maupun di Cina dan akan digunakan oleh orang luar Indonesia. Kemudian adalah adanya pasukan yang akan siap masuk ke Indonesia. Itu berita bohong," papar Pudjo.

Lebih jauh, mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini menyebut, pernyataan yang diungkapkan oleh Zulkifli Ali tersebut tidak berdasar fakta. "Masa kayak gitu," tandas Pudjo.

Dalam kasus ini, Zulkifli Ali diduga telah melakukan ujaran kebencian yang berbau SARA dan tindak provokasi, yakni ketika yang bersangkutan memberikan ceramah disalah satu masjid di Jakarta. Videonya sempat viral di media sosial.

Dalam salah satu potongan videonya, Zulkifli Ali mengatakan bahwa tahun 2018 nanti banyak kaum muslimin yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum komunis, cina, syiah, dan liberal.

(ce1/rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up