JawaPos Radar

Gara-gara Ganja dari Pak Guru, Dua Pria Ini Terancam Hukuman Mati

19/01/2018, 08:00 WIB | Editor: Kuswandi
Ganja
Ilustrasi ganja (Dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Leman (37) dan Sarkawi (37) terancam hukuman mati. Musabnya, dalam sidang perdana di Pengadilan Negeri Kelas IA Tanjungkarang, Kamis (18/1), kedua warga Natar, Lampung Selatan tersebut didakwa terlibat kasus kepemilikan 150 kilogram ganja.

Dalam sidang tersebut, jaksa penuntut umum (JPU) Irfansyah mendakwa keduanya melanggar pasal 111, pasal 114 dan pasal 132 UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Atas pasal yang disematkan tersebut, kedua  terancam hukuman maksimal pidana mati.

”Melakukan permufakatan jahat dan presekusor tindak pidana narkotika dengan memiliki, menyimpan, menjadi perantara narkotika golongan satu bukan tanaman yang beratnya melebihi satu kilogram," kata Irfansyah.

Ihwal adanya kasus ini, bermula ketika Leman menghubungi Sarkawi dan menawari pekerjaan, pada 18 Agustus 2017. Keduanya kemudian bertemu di bundaran Raden Intan, Rajabasa, Bandarlampung.

Di sana, Leman meminta Sarkawi mengambil, mengantarkan dan menyimpan ganja yang akan datang dari Aceh. ”Leman memberikan upah Rp100 ribu per paket untuk mengambil, mengantarkan dan menyimpan apabila berhasil terjual," paparnya.

Atas tawaran tersebut, Sarkawi setuju. Dengan dipandu Leman, ia mendapat informasi bahwa ganja seberat 150 kilogram akan tiba di Lampung. Lantas, Sarkawi meminta bantuan Ju (buron) untuk mengambil daun haram itu.

Saat ganja tiba, Sarkawi menunggu di Jalan Soekarno-Hatta, Rajabasa. Seseorang tidak dikenal, yang  diduga sebagai kurir menghubunginya. ”Terdakwa Sarkawi kemudian mengarahkan kendaraan yang memuat ganja itu menuju sebuah rumah yang belum jadi di Jalan Padat Karya, Rajabasa,” ujarnya.

Di sana, sudah ada Ju yang menunggu. Kemudian keduanya menurunkan empat dus berisi ganja dan membawanya ke rumah.

Selanjutnya, pada Sabtu (19/8/2017), Sarkawi dan Ju mengambil paket ganja itu dengan sepeda motor. Sarkawi masuk dan Ju menunggu di atas motor. Saat itulah, anggota Satnarkoba Polresta Bandar Lampung mengamankannya.

"Dari uji laboratorium BNN 9AI/IX/2017 tertanggal 7 September, barang bukti tersebut positif mengandung tetrahydrocannabinol," jelas jaksa.

Sementara, saat menjadi saksi untuk terdakwa Sarkawi, Leman mengakui ganja tersebut miliknya. Ia mendapatkannya dari seseorang yang  dipanggil pak Guru. ”Saya dapat barang itu dari pak Guru. Dia orang Aceh," kata Leman.

Namun Leman mengaku tidak begitu mengenal sosok pak Guru. Sebab ia hanya berhubungan melalui ponsel dan sang bandar meminta menjual ganja.

”Saya diupah Rp30 juta kalau itu terjual," jelasnya. Leman sudah menjual ganja sejak lama. Ia pernah ditangkap dan dihukum tujuh tahun penjara.

(wnd/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up