Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Metropolitan

Kebijakan Anies Pro Rakyat Disebut Gembong Salah Kaprah

| editor : 

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono (Dok JPNN/ Jawa Pos Group)

JawaPos.com - Kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Wagub Sandiaga Uno mendapatkan kritikan dari Fraksi PDIP DPRD DKI. Walaupun kebijakan yang memerhatikan rakyat kecil namun tidak memperhatikan tatanan ibu kota.

Hal itu diungkapkan Ketua Fraksi PDIP Gembong Warsono mengatakan segala kebijakan yang diambil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan salah kaprah. Karena cara Anies mengambil simpati rakyat miskin berdampak pada tatanan ibu kota.

"Jadi yang saya simpulkan, Pak Anies itu hanya mengesankan kebijakan-kebijakan yang dia hasilkan itu adalah berpihak pada rakyat kecil, tapi sebetulnya itu merusak tatanan yang ada di DKI Jakarta," kata Gembong saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (17/1).

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno.

Gubernur DKI Anies Baswedan dan Wakil Gubernur Sandiaga Uno. (Yesika Dinta/ JawaPos.com)

Gembong menjelaskan seperti persoalan kawasan Tanah Abang, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu ingin menunjukkan kepada masyarakat Jakarta bahwa kemepimpian Anies berpihak kepada rakyat miskin. Sehingga sebagian pihak yang menentang kebijakannya akan terlihat seperti orang yang tak memihak rakyat miskin.

"Misalkan kayak Tanah Abang, itu kan seolah-olah orang yang menentang persoalan Tanah Abang orang yang enggak pro rakyat kecil kan. Kemudian misalkan soal becak, ketika orang-orang menentang soal becak seolah-olah enggak pro rakyat kecil," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dia menilai Anies sebagai pemimpin yang pemecah-belah warga Jakarta dengan selalu bersikap melawan arah. Padahal kata dia, cara memihak rakyat miskin tidak seperti itu.

"Jadi kita (DPRD DKI) ini itu diadu-adu oleh Anies sebagai Gubernur DKI Jakarta yang mengadu-adu warga DKI Jakarta. Padahal yang kita maksud bentuk keberpihakan kita pada rakyat kecil bukan begitu caranya," ujarnya.

Lanjut ditambahkan pria berbadan kecil ini, seharusnya solusi untuk membantu warga miskin dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan-pelatihan agar mereka dapat berpindah profesi dengan keahlian baru.

"Kan harusnya dia cobalah cari kebijakan yang populis misalkan, dia cari solusi bagaimana memungkinkan UMKM turun untuk memberikan pelatihan pada tukang becak itu biar mereka beralih ke profesi lain," pungkasnya.

(ce1/eve/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP