Sabtu, 24 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Kuasa Hukum Novanto Kesal KPK Tak Mau Akui Soal Ini

| editor : 

Setya Novanto

Setya Novanto (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Pengajuan Justice Collaborator (JC) yang dilayangkan Setya Novanto seakan menjadi misteri. Sebab kuasa hukumnya, Maqdir Ismail, menyebut bahwa ada pihak yang meminta kliennya untuk bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui status tersebut.

Adapun dia mengungkap bahwa permintaan itu datang dari internal lembaga antirasuah sendiri. Namun, saat dikonfirmasi, Juru Bicara KPK Febri Diansyah membantahnya dengan mengatakan secara tidak langsung bahwa JC datang dari niat Novanto sendiri.

Mendengar pernyataan tersebut, Maqdir lantas kesal. "Begitu katanya? Ya sudahlah kalau dia ngomong begitu, biarin saja dia ngomong begitu," jawabnya saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (16/11).

Pengacara kondang itu menegaskan bahwa dalam peryataannya soal pihak KPK meminta Novanto mengajukan JC sesuai fakta.

"Saya memang suka berbohong sama kalian? Kan nggak kan? Ya sudahlah nggak apa-apa lah, kalau mereka bilang enggak, ya sudah nggak apa-apa," kesalnya, namun tetap dengan nada lembut.

Dia kembali menegaskan bahwa permintaan tersebut disampaikan langsung ke Novanto. "Kira-kira seperti itu. Keterangan saya sudah cukup, sudah jelas kan," pungkas Maqdir menutup sambungan telepon.

Sekadar informasi, dalam kasus dugaan korupsi e-KTP ini, Novanto didakwa mengintervensi pembahasan anggaran tersebut di DPR. Dia juga diduga menguntungkan diri sendiri, orang lain, hingga korporasi.

Novanto juga didakwa menerima uang sejumlah USD 7,3 juta. Atas perbuatannya, Novanto dianggap melanggar Pasal 2 ayat 1 subsider Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

(dna/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP