Jumat, 23 Feb 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Ancam Sebarkan Foto Bugil, Pemuda Ini Bawa Kabur dan Setubuhi Gadis

| editor : 

Kasus Pencabulan

PESAKITAN: Heri Kurniawan, saat berada di Polres Malang, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Tika Hapsari/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kelakuan Heri Kurniawan, 18, ini bisa dikatakan bejat. Pasalnya, warga Desa Amadanom, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur itu nekat membawa kabur dari rumah seorang gadis di bawah umur dan menyetubuhinya.

Adalah pacarnya sendiri, sebut saja Cantik, 16, yang masih tetangga Heri Kurniawan.  

Heri membawa kabur Cantik, tunangan yang sudah dilamar sejak empat bulan lalu. Mereka kabur selama dua hari, ke rumah salah satu saudara Heri. 

Heri mengaku, Cantik kabur karena permintaan gadis putus sekolah itu sendiri, bukan karena ajakannya. 

"Saya ajak pas tahun baru. Dia minta pergi karena ada masalah dengan orang tuanya," kata dia lugas, tanpa menyembunyikan perbuatannya di Mapolres Malang, Selasa (16/1). 

Laki-laki pengangguran ini juga mengatakan bahwa selama kabur, kedua insan dimabuk cinta ini juga tidak melakukan apa pun. Apalagi persetubuhan. 

Namun, pernyataan ini segera ditampik oleh Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu. 

Azi menegaskan, yang meminta untuk pergi dari rumah adalah Heri. Selain itu, dia juga memaksa Cantik untuk melakukan persetubuhan dengannya. 

"Korban sempat menolak ajakan pelaku. Tapi, karena dipaksa dan diancam, akhirnya korban disetubuhi," katanya, di Polres Malang, Selasa (16/1). 

Azi menjelaskan, korban diancam oleh pelaku. Ancamannya, jika Cantik menolak bersetubuh dengan Heri, maka foto bugilnya akan disebarkan. 

Saat mereka berdua di dalam kamar, Heri sempat mempreteli baju Cantik, sebelum menyetubuhinya. Kesempatan ini juga dia manfaatkan untuk memotret tubuh Cantik dan dia jadikan sebagai sarana mengancam.

Tertangkapnya Cantik ini berdasarkan laporan kedua orang tua korban yang khawatir dengan kondisi anaknya. Ia tidak pulang selama dua hari dan akhirnya dilaporkan kepada polisi. 

Azi menjelaskan, tersangka dikenakan pasal 81 juncto 76 D dan atau pasal 82 juncto pasal 76 E, dengan perubahan atas UU nomor 35 tahun 2014. 

"Ancaman hukumannya antara 5 hingga 15 tahun penjara," kata dia.

(tik/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP