Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Tak Terdaftar di BPOM, 3.320 Bungkus Garam Disita

| editor : 

Garam Ilegal

ibuan bungkus garam tak terdaftar di BPOM diamankan jajaran Polres Limapuluh Kota, Minggu (14/1) (Riki Chandra/JawaPos.com)

JawaPos.com - Jajaran Sat Reskrim Polres Limapuluh Kota, Sumatera Barat mengamankan sebanyak 3.320 bungkus garam. Diduga, garam tersebut tidak terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Sumbar.

Informasinya, garam yang diangkut menggunakan satu unit mobil mini bus merek Grand Max dengan Nopol BA 9820 LR itu berasal dari Pekanbaru.

Konon, ribuan bungkus garam tak terdaftar itu akan dipasarkan ke warung-warung kecil di kawasan nagari Sarilamak, Kecamatan Harau, kabupaten Limapuluh Kota. Malangnya, sebelum berhasil menjual garam ilegalnya, para pelaku keburu ditangkap polisi.

"Kita amankan sebanyak 332 pack yang didalamnya berisi 10 bungkus garam merek dagang "G" yang dibungkus plastik warna kuning," ujar Kasat Reskrim Polres Limapuluh Kota AKP Anton Luther pada sejumlah wartawan, Minggu (14/1).

Petugas berhasil mengamankan BB garam, mobil dan dua orang pembawa garam berinisial Y, 41, dan FW, 40. Dari keterangan pelaku, diperoleh informasi, jika garam tersebut dibeli di  PT Saroha Sakti di pasar Baru, Pekanbaru, Riau.

"Informasi ini berawal dari laporan warga dan petugas juga telah lama melakukan pengintaian," katanya lagi.

Setelah diselidiki lebih lanjut dan petugas juga telah berkoordinasi dengan BPOM Sumbar. Hasilnya, nomor registrasi yang tertera pada kemasan garam tersebut memang tidak terdaftar di BPOM.

"Kasus ini masuk ranah Tindak Pidana Tertentu (Tipidter). Kami masih terus melakukan pengkajian dan pengembangan," bebernya.

(rcc/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP