Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

2018, Politik Uang Diprediksi Tak Lagi Efektif, Ini Alasannya

| editor : 

Politik Uang

ILUSTRASI (dok.JawaPos.com)

JawaPos.com - Pesta demokrasi atau Pilkada identik dengan permainan uang atau dikenal dengan money politic. Tetapi untuk Pilkada kali ini, politik uang diprediksi tidak lagi efektif untuk mendapatkan suara.

Pendapat itu disampaikan oleh Konsultan Politik Eep Syaifullah Fatah. 

Pria yang juga sebagai pendiri Lembaga Konsultan Politik PollMark Indonesia itu menyampaikan, permainan uang pada pesta demokrasi memang terbukti efektif pada beberapa tahun silam.

Eep mencontohkan, lima tahun lalu politik uang dinilai berhasil untuk menarik dukungan dari masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan survei yang dilakukannya pada waktu itu. 

"Politik uang untuk lima tahun lalu memang bisa dibilang efektifitasnya cukup tinggi, tetapi untuk saat ini seperti tidak," katanya kepada JawaPos.com, di Solo, Minggu (14/1).

Eep melanjutkan, lima tahun silam efektivitas politik uang ini mencapai 17-22 persen. Tetapi, untuk saat ini efektivitas politik uang terus menurun hingga di bawah 10 persen saja. Hal ini seperti hasil survei yang pernah dilakukannya saat Pilkada DKI Jakarta lalu. 

Dalam survei tersebut diketahui bahwa efektivitas politik uang hanya 7,4 persen saja. Sedangkan di kota lain dia memperkirakan rata-rata hanya di bawah 10 persen. Ini menjadi bukti bahwa keberadaan uang tidak lagi menjadi jaminan untuk mendapatkan suara dalam Pilkada.

Eep menuturkan, salah satu penyebab menurunnya efektivitas politik uang adalah karena masyarakat semakin cerdas. Mereka bisa menentukan mana pemimpin yang akan dipilihnya dibandingkan dengan uang yang ditawarkan kepadanya. 

"Sekarang tidak hanya satu calon saja yang memberikan uang, masyarakat sudah semakin cerdas dalam memilih atau menentukan pemimpinnya," katanya.

(apl/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP