Kamis, 18 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Internasional

Begini Cara Kiblat Mode Dunia Lawan Penyakit Takut Gemuk

| editor : 

Model dengan Tubuh Berisi

Model dengan Tubuh Berisi (The Balance)

JawaPos.com - Selama ini perempuan banyak yang mendambakan memiliki tubuh tinggi, kurus langsing, layaknya model-model di catwalk. Akhirnya banyak wanita yang diet mati-matian bahkan sampai jatuh sakit.

Rupanya Pemerintah kiblat mode dunia tersebut, Prancis khawatir para wanita Prancis mengalami penyakit Fatpobhia atau takut gemuk. Mereka pun menyelenggarakan kampanye antifatphobia.

Para model yang digunakan dalam acara mode yang diselenggarakan Pemerintah Kota Paris itu tidak langsing, apalagi kurus. Bahkan sebaliknya, model yang dipakai itu besar alias gemuk.

Dalam berbagai brosur dan selebaran para model yang dipakai tak ada yang kurus. Bahkan ada model laki-laki dengan postur badan biasa saja. Tidak atletis. Tidak six pack.

Hanya ada satu kalimat yang mendampingi masing-masing model tersebut. "Gemuk? Emang kenapa?"

Seperti dilansir JPNN (Jawa Pos Grup), Sabtu, (13/1), tidak ada yang salah dengan kondisi fisik gemuk. Apa pun alasannya, menjadi gemuk bukanlah pelanggaran. Juga bukan dosa.

Namun mengapa banyak sekali orang terutama kaum hawa memusuhi kondisi tersebut? Fenomena Fatphobia itulah yang sedang berusaha diubah Wali Kota Paris Anne Hidalgo. Pertengahan Desember lalu, Paris merilis iklan-iklan antifatphobia. Itu dilakukan karena Hidalgo menangkap tren meningkatnya populasi Prancis yang masuk kategori kelebihan berat badan dan obesitas.

Meski tingkatnya masih lebih rendah ketimbang negara-negara Eropa lainnya, fenomena itu telah menimbulkan Fatphobia di tengah masyarakat kota kiblat mode dunia tersebut.

Hidalgo jelas tak mau sentimen itu meluas. ”Fatphobia adalah realitas yang ada dalam masyarakat kita,” ujarnya saat merilis iklan-iklan antifatphobia tersebut.

Kini, setelah sebulan berlalu, kampanye Hidalgo membuahkan hasil. Setidaknya, mereka yang gemuk mulai berani menampakkan diri.

Mereka juga berani melawan stigma masyarakat yang menganggap orang-orang berukuran jumbo tidak menarik.

”Sampai berusia 13 tahun, saya selalu dipanggil gendut atau jelek. Dan, itu membuat saya sedih. Tapi, kini saya mendeskripsikan diri saya sendiri sebagai si gendut,” kata Cindy Solar dalam wawancara dengan Christian Science Monitor.

Tidak ada lagi kesedihan atau amarah dalam nada suara perempuan bongsor tersebut. Sebab gendut bukan lagi hina, melainkan identitas.

Solar adalah salah seorang perempuan gendut yang terlibat dalam pergelaran busana khusus di City Hall Paris pada Desember 2017.

Ketika itu, dia berlenggak-lenggok di catwalk dalam balutan piyama pink bergambar Minnie Mouse. Model lain dalam fashion show tersebut juga bertubuh besar seperti dirinya.

Kaum hawa Prancis pun, sebagaimana sesamanya di belahan bumi lain, bertambah gendut. Tak hanya gendut, banyak juga perempuan Prancis yang obesitas. Tapi, itu tak mengurangi kecantikan Prancis.

(met/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP