Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Waduh! Tak Hanya Beras, Harga Ketan Pun Ikut Naik

| editor : 

Ilustrasi distributor beras

Ilustrasi distributor beras (DOK,SALMAN TOYIBI)

JawaPos.com - Menipisnya pasokan beras diduga jadi penyebab kenaikan harga beras saat ini. Kementerian Perdagangan pun telah memutuskan untuk mengimpor 500 ribu ton beras dari Thailand dan Vietnam untuk meredam kenaikan harga.

Naiknya harga beras juga mendorong naiknya harga beras ketan. Salah satu pedagang beras dan ketan, Anastaya mengungkapkan, ia menjual beras ketan dengan harga Rp 21.000 per kilogram (kg). Harga ini meningkat Rp 8000.

"Harga ketan normalnya itu saya jual Rp12.000. Sekarang Rp21.000," katanya, di pasar Lenteng Agung, Jakarta, Minggu (14/01).

Ia menjelaskan, harga beras ketan mulai naik sejak pertengahan Desember 2017 mengikuti kenaikan harga beras.

Senada dengan Anatasya, pedagang lainnya, Sanusi, di pasar Agung, Depok, mengungkapkan, ia menjual ketan dengan harga Rp 25.000. Kenaikan ini meningkat daei harga normal yang hanya sekitar Rp 16.000 sampai Rp 17.000 per kg.

"Mungkin kenaikannya karena gagal panen. Saya kurang tahu karena ketan itu bukan kebutuhan pokok seperti beras. Tapi, kenaikannya bareng beras," bebernya.

Sementara itu, pedagang lainnya, Putra dan Eni mengatakan, ia menjual ketan dengan harga Rp 21.000. Untuk stoknya sendiri, ia mengakui bahwa stok ketan juga berkurang.

"Ketan saya jual standarnya Rp 13.000. Sekarang jadi Rp 21.000 per kg. Naiknya juga bertahap, Oktober harga ketan Rp 13.000. Lalu November jadi Rp 18.000 dan Desember naik lagi Rp 19.000. Lalu sekarang, awal Januari 2018, harga ketan jadi Rp 21.000," bebernya.

(sab/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP