Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JPG Today

Disiksa Ayah Tiri, Bocah yang Dirantai Kini Dirawat Mantan Ibu Tiri

| editor : 

Eksploitasi Anak

ZRS setelah terbebas dari rantai yang membelenggu kakinya saat berada di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang (Riki Chandra/JawaPos.com)

JawaPos.com - Setelah menetapkan ibu kandungnya Noflinda, 30, dan ayah tirinya Muklis, 47, sebagai tersangka dan meringkuk di sel tahanan, jajaran Polresta Padang juga berjuang mencarikan ibu angkat untuk merawat dan mengasuh ZRS, 11, bocah malang yang dipaksa mengemis dan dirantai oleh ayah tirinya tersebut.

Alhasil, sementara waktu Polresta Padang menyerahkan pengasuhan anak pada mantan isteri dari ayah kandungnya.

"Ya, sudah kita serahkan pada orang tua angkatnya. Sekarang bocah itu tinggal dengan Eni yang juga mantan istri ayah kandungnya di kawasan Ulak Karang," terang Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz, Minggu (14/1).

Penyerahan ZRS pada mantan istri ayah kandungnya yang bernama Dekmoris itu bukan tanpa alasan dan pertimbangan matang. Namun, korban sendiri yang menginginkan tinggal bersama Emi yang dipanggilnya mama.

"Si anak mengaku dekat dan memang ingin tinggal bersama ibu tirinya itu. Katanya, mamanya yang juga berprofesi sebagai pemulung itu sangat baik. Jadi, mereka sama-sama ingin bersama," jelas Chairul.

Ketua Devisi pelayanan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Limpapeh Rumah Gadang Sumbar, Erdawati pernah mengatakan, jika pihaknya akan melakukan assessment terlebih dahulu. Jika telah memungkinkan, baru bisa dipulangkan kepada keluarga yang merupakan ayah kandung ZRS.

"Tapi tetap dalam pengawasan kita, apalagi anak ini menyandang status sosial yang sangat komplit dimana dia tidak sekolah setelah orangtuanya bercerai. Ini harus asesment jelas, nanti diskusikan mana yang tepat yang jelas, sekolahnya harus diurus kembali," katanya.

Dijelaskannya, assessment tersebut seperti mencari tempat yang aman dan nyaman kemana anak tersebut tinggal. Apabila ayah kandungnya tidak mau mengasuh, pihaknya akan berkoordinasi dengan pekerja sosial dan di sana juga akan ada panti asuhan.

(rcc/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP