Selasa, 16 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JPG Today

Polisi Amankan Ayah Tiri dan Ibu Kandung Bocah yang Dipaksa Ngemis

Korban Mengaku Dirantai Setahun

| editor : 

Eksploitasi Anak

Ibu kandung bocah yang dirantai dan dipaksa mengemis saat diperiksa penyidik Polresta Padang (Riki Chandra/JawaPos.com)

JawaPos.com – Dalam waktu relatif singkat, tidak sampai 2 x 24 jam, jajaran Polresta Padang berhasil meringkus ayah tiri dan ibu kandung ZRS, 11, bocah yang dirantai dan diduga menjadi korban eksploitasi anak.

Keduanya, kini telah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Mapolresta Padang.

Informasi yang dihimpun Jawapos.com mengungkapkan, ayah angkat korban bernama Muklis, 47 dan ibu kandungnya Noflinda, 30. Sehari-hari, keduanya bekerja sebagai pemulung. Mereka diciduk petugas Sabtu (13/1) dini hari setelah pulang memulung di kediamannya, kawasan kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Sumatera Barat.

Kepada petugas, Noflinda mengaku merantai kaki anaknya menggunakan rantai becak. Serta, mengklaim baru sehari saja merantai kaki korban ZRS.

"Kami sepakat berdua dengan suami untuk merantainya agar tidak lari, Pak. Sebab, anak saya ini sering pergi ke tempat istri suami saya satu lagi," katanya.

Eksploitasi Anak

ZRS setelah terbebas dari rantai yang membelenggu kakinya saat berada di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Padang, Jumat (12/1) (Riki Chandra/JawaPos.com)

Kapolresta Padang Kombes Pol Chairul Aziz mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap, jika keduanya berkompromi dalam memperlakukan anaknya dengan tidak wajar. Ibu kandung korban menjadi dalang perencanaan kasus ini. Sedangkan ayah tirinya bertindak memasang rantai di kaki korban.

"Mereka juga mempekerjakan anaknya sebagai pengemis. Keduanya telah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Kapolresta Padang kepada sejumlah wartawan, Minggu (14/1).

Chairul Aziz mengatakan, hasil pemeriksaan juga mengungkapkan, jika dalam sehari mengemis, si anak mendapat penghasilan sekitar Rp 50 ribu. Pendapatan itu lantas di setorkan pada sang ibu.

"Korban mengaku telah dirantai selama satu tahun lamanya. Parahnya lagi, jika tak dapat hasil mengemis, korban dipukuli menggunakan kabel.

Atas perbuatan tersebut, kedua tersangka diancam dengan Pasal 333 ayat (1) KUHP tentang perampasan kemerdekaan dengan ancaman hukuman delapan tahun penjara. Tersangka juga bisa terancam undang-undang perlindungan anak terkati eksploitasi. Namun, pihaknya masih terus mendalami kasus tersebut.

"Tersangka ayah tirinya kita tahan di sel Polresta Padang. Ibu kandungnya kita titipkan di sel tahanan perempuan Polsek Padang Timur," terang Kapolres.

Sebelumnya, bocah berinisial ZRS, 11, dengan kaki dirantai ditemukan minta tolong di asrama polisi kawasan Lolong, kelurahan Flamboyan Baru, Kecamatan Padang Barat, Kamis malam (11/1) sekitar pukul 23.00 WIB. Sewaktu ditemukan, ZRS tepat berada di depan rumah Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Margiyanta.

Lantas, karena merasa prihatin Kombes Margiyanta membawa anak tersebut masuk ke rumah. Setelah mendengar ceritanya, Margiyanta menyerahkan anak tersebut ke Polsek Padang Barat.

Hari Jumat (12/1), ZRS dibawa ke Polresta Padang dan dilanjutkan ke ruangan unit perlindungan perempuan dan anak (PPA). Untuk melepaskan jeratan rantai di kakinya, petugas terpaksa memanggil ahli kunci.

Kepada petugas, bocah 11 tahun itu mengakui, jika kakinya dirantai oleh sang ayah tiri dan kejadian tersebut juga diketahui oleh ibu kandungnya. Hal ini dilakukan agar ZRS tidak kabur dari rumah saat malam hari. Pagi harinya, ZRS disuruh mengemis untuk mencari uang.

"Saya bisa kabur karena pura-pura ke kamar mandi. Setiap malam kaki saya dirantai dan sudah lama terjadi," terangnya kepada petugas.

(rcc/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP