Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
Hukum & Kriminal

Pelaku Perampokan Malang Tewas Saat Dibawa untuk Pemeriksaan

| editor : 

Rampok Solo

Pelaku perampokan dibawa ke RSUD Dr Saiful Anwar (RSSA) Malang, Sabtu (13/1). (Fiska Tanjung/JawaPos.com)

JawaPos.com - Salah satu tersangka pencurian uang senilai Rp 245 juta dari dalam mobil yang terjadi di jalan Bandung Kota Malang beberapa waktu lalu tewas ketika perjalanan menuju Kota Malang dari Surakarta. Tersangka berinisial MI, 39, itu sebelumnya dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas di Surakarta.

MI merupakan warga Desa Wirobiting, Kabupaten Sidoarjo. Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha menerangkan, MI tewas saat perjalanan tiba di Purwodadi, Kabupaten Pasuruan.

Pada saat itu polisi sempat melontarkan pertanyaan kepada MI, namun tidak ada respon. "Kami pikir tidur. Tapi pas dibawa ke RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Kota Malang sudah meninggal," ujarnya, Sabtu (13/1).

Ambuka mengungkapkan, menurut keterangan dari hasil visum, MI meninggal karena serangan jantung. MI sendiri merupakan otak dari pencurian uang tersebut. MI diketahui sudah seringkali beraksi di Kota Malang.

Ambuka menerangkan, MI dilumpuhkan petugas di Solo. Sebuah timah panas bersarang di paha kanannya. Hal itu terjadi karena MI mencoba melarikan diri ketika hendak ditangkap. 

Rampok Solo

Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Ambuka Yudha. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)

Ambuka menjelaskan, kejadian itu berawal dari TKP perampokan nasabah bank dengan modus gembos ban di jalan Bandung, Kota Malang. Disitu pelaku bersama tiga orang rekannya mengambil uang sebesar Rp 240 juta dari dalam mobil korban. 

"Dari situ mulai mengambil bukti di lapangan, kemudian dikembangkan melalui pemeriksaan saksi dan modus tersebut digali. Akhirnya bisa mengikuti tersangka sampai ke Solo," terangnya.

Sesampainya di Solo, rupanya pelaku juga akan melakukan suatu tindak kejahatan. Namun, petugas Polres Malang Kota telah mengikuti sebelumnya 

Rupanya, pelaku tahu jika sedang diikuti dan berupaya melarikan diri. "Terjadi pengejaran oleh anggota dan dilumpuhkan. Setelah dilumpuhkan, pelaku dibawa ke Malang untuk diperiksa lebih lanjut," jelas Ambuka. Namun, ditengah perjalanan pelaku meninggal dunia. 

Sementara MI tewas, tersangka lainnya yakni Abdul dan Agus mendekam di tahanan Polres Malang Kota. Kedua tersangka tersebut ditangkap di daerah Sragen.

Lebih lanjut, polisi saat ini juga tengah memburu satu tersangka lainnya, yakni ED. ED diduga merupakan komplotan Imron yang kerap beraksi di Kota Malang.

(fis/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP