Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Moeldoko Minta Petani Tinggalkan Bercocok tanam Secara Tradisional

| editor : 

Ketua Umum HKTI Moeldoko

Ketua Umum HKTI Moeldoko

JawaPos.com - Minimnya penghasilan para petani selama bercocok tanam di lahannya, selain disebabkan kondisi cuaca juga dipicu oleh teknologi yang digunakan belum terbarukan. Masih banyak petani bertanam secara tradisional.

Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko menuturkan, para petani harus disejahterakan. Mereka haru dimanusiakan dari hasil kerja kerasnya dalam mengelola sawah selama ini. Salah satu caranya dengan memuliakan tanah yang akan digunakan untuk pertanian.

"Para petani kami arahkan untuk tidak menggunakan pupuk non organik lagi. Beberapa daerah yang tanahnya rusak kami perbaiki agar lebih produktif lagi,” kata Moeldoko di hadapan para petani di Provinsi Jambi. Moeldoko hadir di Jambi dalam rangka Musyawarah Tingkat Provinsi HKTI Jambi periode 2017-2022.

Langkah kedua, sambung mantan Panglima TNI itu, meningkatkan produktifitas pertanian nasional dengan cara, petani harus berkepastian melalui teknologi. Para petani yang menggarap lahannya harus meninggalkan cara tradisional. Cara itu selama ini dianggap kurang efektif karena ada hasil panen hilang 10 persen per hektarnya.

"Kami tidak mengenal kata semoga dari 5 ton menjadi 9 ton. Kami sudah membuktikannya dengan cara melakukan penelitian dan pengembangan teknologi,” ujarnya.

Pejabat Sementara (Pjs) HKTI Provinsi Jambi Usman Ermulan menambahkan, dirinya prihatian terhadap komoditas pertanian yang masih belum dapat mandiri.

Ketidakmandirian itu diharapkannya partisipasi aktif dari masyarakat dan pemangku kebijakan untuk membantu stabilisasi harga produk pertanian, peternakan dan perkebunan. "Ini adalah program yang akan kita jalankan ke depannya,” ujar Usman Ermulan.

Dia menyebut, HKTI terus berjuang memperbaiki nasib petani dari cara produksi yang lebih baik.

(iil/jpg/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP