Selasa, 24 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hukum & Kriminal

Periksa Ajudan Novanto, KPK Minta Bantuan Kapolri

| editor : 

Pengacara Setya Novanto

Mantan Ketua DPR, Setya Novanto ketika menjalani persidangan belum lama ini (Dery Ridwansyah/Jawapos.com)

JawaPos.com - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan panggilan ulang terhadap Ajudan Setya Novanto saat masih menjadi Ketua DPR RI, AKP Reza Pahlevi. Dia diminta untuk hadir Senin pekan depan.

Anak buah Kapolri Tito Karnavian itu mangkir dari panggilan penyidik pada Rabu, 10 Januari 2018.

"Surat panggilan telah dibuat dan disampaikan pada yang bersangkutan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui pesan singkat, Sabtu (13/1).

Oleh penyidik, Reza akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Fredrich Yunadi (FY) dan Dokter ‎Bimanesh Sutarjo (BST).

Guna menghadirkan Reza, KPK pun telah meminta bantuan pihak Kepolisian. "KPK juga surati Kapolri dan Kadiv Propam Polri untuk minta bantuan menghadirkan saksi ke KPK di hari Senin, 15 Januari 2017," tukas Febri.

Sekadar informasi, AKP Reza Pahlevi pernah diperiksa Propam Mabes Polri terkait kecelakaan menabrak tiang listrik. Sebab, dia ada di tempat kejadian perkara saat Novanto mengalami kecelakaan tersebut.

Kepada penyidik Propam, Reza membenarkan terjadi kecelakaan. Reza saat itu berada satu mobil dengan Novanto dan eks karyawan Metro TV Hilman Mattauch.

Ketiganya menumpang mobil Toyota Fortuner hitam, B 1732 ZLO yang dikendarai Hilman pada Kamis, 16 November 20017.

Mengaku hilang kendali, mobil yang ditumpangi Novanto itu naik ke trotoar hingga menabrak pohon dan tiang listrik.

Saat kejadian tersebut, Novanto tengah menjadi buron KPK karena sempat ‎menghilang saat akan dijemput paksa oleh penyidik pada Rabu 15 November 2017 malam.

Atas peristiwa kecelakaan itu, Novanto dikabarkan hilang kesadaran hingga dibawa ke Rumah Sakit Medika Permata Hijau.

Kuasa hukumnya, Fredrich Yunadi mengatakan kepala kliennya terbentur hingga menyebabkan benjolan sebesar bapao.

Namun keesokan harinya, Kamis 16 November 2017, Novanto dipindah ke RSCM dan penahanannya dibantarkan.

Setelah dinyatakan sehat, dia lalu resmi ditahan di Rutan KPK, Gedung Merah Putih, Jakarta Selatan.

Dari hasil pemeriksaan, Propam Mabes Polri belum menemukan adanya indikasi pelanggaran yang dilakukan oleh AKP Reza Pahlevi.

Dalam kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan e-KTP ini, KPK telah menahan Advokat Fredrich Yunadi dan Dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH) Bimanesh Sutardjo.

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP