Jumat, 19 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Hankam

Dukung Jenderal Gatot, Edhi: Waspada Gerakan Komunisme

| editor : 

Nobar Film PKI

Ribuan Warga memadati areal Mal Cijantung dalam acara nobar Film G30S PKI belum lama ini. (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Pertanyaan bahwa benarkah PKI dan komunisme akan bangkit kembali setelah lama mati sering terdengar di publik saat ini.

Hal tersebut tak menutup kemungkinan bisa terjadi, andai masyarakat acuh alias tak menjaga kewaspadaan.

Menurut Wakil Sekretaris Lembaga Penyuluhan Hukum PBNU, Djoko Edhi Abdurrahman, kasus 'Yayasan 65' di bawah pimpinan Bejo bisa harus dijadikan bahan renungan.

Edhi, yang juga mantan Anggota Komisi III DPR, menilai bahwa Bejo dan kawan- kawan sebagai aktivis organisasi pelajar yang diduga berafiliasi PKI di tahuan 60-an, saat ini atas nama hak asasi manusia (HAM) ingin agar negara dalam meminta maaf pada PKI.

Mereka merasa PKI sebagai korban politik konflik internal Angkatan Darat.

"Upaya yayasan 65 itu sah-sah saja dilakukan dalam rangka merehabilitasi nama PKI. Tapi juga merupakan fakta politik bahwa PKI adalah pelaku yang terlibat ingin merebut kekuasaan, dengan memanfaatkan kondisi pertentangan politik yang tajam di tahun 65 itu," beber dia kepada Jawapos.com, Sabtu (13/1).

Di era generasi mineal ini, lanjut dia, banyak anak-anak muda yang lahir di era 90-an tidak mengerti tentang sejarah pemberontakan PKI, sehingga muda terprovokasi atas nama HAM.

"Maka saya sangat setuju dengan Jenderal Gator Nurmantyo. Mantan Panglima TNI yang gencar menggelar nonton bareng film G30S/PKI agar masyarakat mengerti dan tau apa yang sebenarnya terjadi, PKI itu menyerang duluan bukan korban," jelas dia.

"(Karl) Marx pernah bilang, saya mengirimkan komunisme ke Eropa sebagai hantu. Dalam konteks Indonesia sama saja," lanjut Edhi.

Komunisme, kata dia, masuk untuk menebar teror di mana-mana bagi masyarakat. Banyak kejadian di Jawa Timur, dimana para kiai NU dibunuh, aktivis Pemuda Ansor di Banyuwangi diracun dan dibantai.

Sementara dalam konteks saat ini, dimana adanya kasus Palu Arit di Banyuwangi, dia menilai ada indikasi bahwa benih-benih komunisme mulai ditebar.

"Semua harus waspada. Kita jaga dan rawat NKRI sekuat tenaga," tutup dia

(mam/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP