Sabtu, 20 Jan 2018
Logo JawaPos.com
Hukum & Kriminal

Soal Upaya Praperadilan, Begini Kata Kuasa Hukum Fredrich Yunadi

| editor : 

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi

Mantan Pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi (Dok.JawaPos)

JawaPos.com - Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi resmi ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi siang tadi (13/1).

Dia ditetapkan sebagai tersangka lantaran menghalang-halangi dan merintangi penyidikan kasus e-KTP.

Namun, mantan kuasa hukum Setya Novanto itu menolak tuduhan lembaga antirasuah tersebut.

Lantas apakah ada upaya hukum seperti praperadilan nantinya? Fredrich belum bisa memastikannya.

Dia pun meminta agar hal itu lebih baik ditanyakan kepada tim kuasa hukumnya. "Silakan tanya pengacara saya," ujarnya sesaat memasuki mobil tahanan di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta, (13/1)

Fredrich justru agak sedikit ragu jika upaya praperadilan bisa membikinnya bebas. "Saya tanya sekarang, kalau praperadilan saya menang, gara-gara praperadilan, kasus nggak bisa jalan, dijerat juga nanti," singgungnya.

Sementara itu, Ketua tim kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa mengatakan bahwa pihaknya belum memikirkan apakah akan menempuh jalur praperadilan atas penetapan tersangka tersebut.

"Kita belum memutuskan (langkah) apa yang kita lakukan," katanya saat dihubungi JawaPos.com.

Alasannya, hingga tengah malam kemarin, dirinya masih mendampingi Fredrich di ruang penyidik KPK.

"Semalam kita mendampingi Pak Frefrich sampai tadi siang ditahan. Belum tidur nih, istirahat dulu deh," ucap Sapriyanto.

Sekalipun demikian, dia tidak menutup celah untuk melakukan langkah hukum tersebut. "Kita sedang pertimbangkan dulu. Kemungkinan itu ada tapi belum terpikirikan," pungkasnya.

Sekadar informasi, KPK resmi menahan Fredrich usai melakukan pemeriksaan sekitar 10 jam. Adapun dia semalam dijemput penyidik lembaga antirasuah di Rumah Sakit Medistra, Jakarta Selatan.

Upaya jemput paksa dan penangkapan terpaksa dilakukan lantaran Fredrich mangkir dalam pemeriksaan kemarin.

Seharusnya, mantan‎ pengacara Setya Novanto itu menjalani pemeriksaan sebagai tersangka atas kasus merintangi penyidikan e-KTP. Namun, dia tidak hadir dengan dalih ada proses etik di Dewan Kehormatan Peradi. ‎

KPK sebelumnya menetapkan Fredrich dan seorang dokter Rumah Sakit Medika Permata Hijau (RSMPH), Bimanesh Sutardjo sebagai tersangka kasus dugaan merintangi penyidikan perkara korupsi proyek pengadaan e-KTP.

Keduanya diduga berkongsi memanipulasi data medis agar Setya Novanto lolos dari pemeriksaan KPK.

Fredrich bahkan disebut memesan satu lantai kamar VIP di RS Medika Permata Hijau sebelum Setya Novanto kecelakaan.

Atas perbuatannya, Fredrich dan Bimanesh disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.‎

(dna/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP