Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Ekonom: Inalum dan Pemda Tak Punya Uang Caplok Saham Freeport

| editor : 

Freeport

Freeport (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Pemerintah pusat telah resmi memberikan saham PT Freeport Indonesia (PTFI) kepada Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika sebesar 10 persen.

Selanjutnya, pemerintah pusat melalui PT Inalum (Persero) akan membentuk konsorsium bersama Pemda yang nantinya akan difungsikan sebagai entitas untuk mencaplok dan mengelola divestasi saham PTFI.

Selain itu, keduanya juga akan mencari pendanaan untuk menopang pengambilalihan saham PTFI ke pemerintah. Pasalnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengamanatkan bahwa pembelian saham Freeport tidak boleh membebani keuangan negara.

Perjanjian divestasi saham freeport

Perjanjian divestasi saham freeport (Hana Adi/JawaPos.com)

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, baik Inalum maupun Pemda disarankan agar lebih bersabar untuk mengetahui nilai valuasi saham PTFI.

Alasannya, kemampuan keuangan keduanya dianggap belum mencukupi. Hal itu dikhawatirkan malah memicu utang baru yang justru akan membuat keduanya merugi.

"Kas pemda dan Inalum tentunya tidak akan cukup mengakuisisi Freeport. Terlebih sampai saat ini belum ada kesepakatan berapa harga valuasi saham Freeport. Pihak Freeport sendiri masih mengklaim nilai sahamnya mencapai Rp100 triliun yang ingin dilepas," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (13/1).

"Dikhawatirkan skema join financing antara inalum dan pemkab memunculkan masalah baru yakni bertumpuknya beban utang. Ini karena pemda dan inalum akan berlomba terbitkan utang baru. Bukannya untung malah buntung," sambungnya.

Jika sudah ditentukan, dirinya juga menekankan agar pemerintah bisa bergerak cepat dengan kehati-hatian. "Jadi sebelum melangkah lebih jauh harus dipikirkan matang-matang berapa valuasi saham Freeport yang riil," tandasnya.

(hap/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP