Kamis, 26 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Ekonomi

Revitalisasi Sungai Citarum, Pemerintah Disarankan Tolak Utang ADB

| editor : 

Sungai Citarum

Sungai Citarum (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Beberapa waktu lalu Indonesia disebut tawaran utang dari Asia Development Bank (ADB) sebesar Rp 200 triliun. Anggaran itu nantinya akan digunakan untuk merevitalisasi Sungai Citarum.

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira mengatakan, pemerintah sebaiknya menghindari tawaran utang tersebut.

Menurutnya, pembiayaan revitalisasi Sungai Citarum dapat dilakukan dengan menggunakan skema Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) multiyears. Melalui skema tersebut, APBD khususnya milik Jawa Barat tidak akan terbebani.

"Revitalisasi sungai citarum penting tapi sebaiknya pendanaan dicari menggunakan skema APBD multiyears. Pendanaan dipecah ke beberapa tahun sehingga tidak menjadi beban APBD," ujarnya kepada JawaPos.com, Sabtu (13/1).

Disamping itu, pinjaman yang diberikan ADB dikhawatirkan akan semakin membebani utang Indonesia. Apalagi, dalam beberapa tahun terakhir pemerintah terus menambah utang untuk membangun infrastruktur.

"Kalau bentuknya pinjaman ke ADB dikhawatirkan akan menjadi beban kedepannya," terangnya.

"Total utang Pemerintah sudah naik cukup tinggi dalam 3 tahun terakhir. Sementara di 2018 - 2019 utang jatuh tempo mencapai Rp810 triliun. Angka sebesar ini ditambah utang baru ADB bakal mempersempit ruang fiskal," pungkasnya.

(hap/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP