Selasa, 16 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Music & Movie

Boundless Love, Ketika Cinta Itu Sangat Luas Mendobrak Segala Batasan

| editor : 

Film Boundless Love

Sutradara dan para pemain film Boundless Love. (Yuliani NN/JawaPos.com)

JawaPos.com - Sebagai salah satu bukti kerja sama pemerintah dalam pembangunan ekonomi kreatif yang bertujuan mempererat hubungan Indonesia dengan berbagai negara di dunia, Badan Eknomi Kreatif (Bekraf) mendukung PT Kamala Film bekerja sama dengan tim Tiongkok dalam sebuah penggarapan film berjudul Boundless love.

"Hal ini selaras dengan tujuan Bekraf untuk mempererat hubungan antar berbagai negara di dunia ya, One belt One Road. Ke depannya, kami harap kerja sama dalam industri kreatif berupa film tidak hanya terjalin dengan Tiongkok, melainkan negara-negara lainnya," tandas Deputi Pemasaran Bekraf, Josua P.M. Simanjuntak.

Boundless love yang jika diartikan dalam bahasa Mandarin berarti cinta di khatulistiwa, juga memiliki arti yang lebih mendalam, yakni, cinta tanpa batas, yang universal dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu senada dengan yang diungkapkan Putri Ayudya, pemeran utama dalam film tersebut.

Menurutnya, film ini adalah film sederhana yang menceritakan tentang cinta. Tetapi, dijamin mampu membuat yang menyaksikannya gemas karena dekat dengan kehidupan masyarakat.

"Cinta yang diangkat di film ini erat sekali dengan kehidupan sehari-hari kita, tentang anak dan papanya yang gimana sih kalau ngelepas anak perempuannya untuk diambil laki-laki lain, tentang dilema karena harus mengikuti keinginan orang tua atau pribadi, tentang melihat sesuatu yang ada di depan mata kita, tinggal kita ambil nih sebenernya, tapi nggak bisa lo ambil, nggak boleh, deep meaning sekali lah," tutur mantan putri Indonesia 2011 tersebut.

Film berdurasi 100 menit yang mengambil lokasi syuting di Indonesia (Palembang dan Bandung) dan Tiongkok itu juga menunjukkan bahwa cinta tak mengenal batas negara, suku, maupun keyakinan apapun. Film yang syutingnya telah dimulai sejak akhir Desember 2017 tersebut juga melibatkan beberapa aktor-aktris Indonesia seperti Ray Sahetapy, Putri Ayudya, Ade Firmansyah, Nungky Kusumastuti, dan Maryam Supraba.

Pemilihan pemain dilakukan melalui beberapa tahapan antara PT Kamala Film dan tim Tiongkok. Sekitar 60 model cantik dan berbakat diseleksi secara ketat, hingga akhirnya terpilih Putri Ayudya sebagai pemeran utama wanita untuk mendampingi Shen Hao, aktor Tiongkok yang sebagai pemeran utama Pria.

Mr.Wang, selaku sutradara, memilih Putri dengan pertimbangan yang matang. Meski deretan foto dan video akting kandidat yang dikirimkan padanya terbilang banyak, dia mengaku sempat kecewa karena ternyata saat casting penampilan mereka tak seapik di videonya.

"Kandidat-kandidat yang cocok ada beberapa, tapi kami lebih mementingkan inner yang ada dalam diri artis tersebut, dan Putri memilikinya. Kami lebih utamakan penyampaian isi film melalui adegan dan gestur dari dalam hati. Waktu syuting saya lihat Putri adalah orang yang giat dan suka tantangan, Dia rajin translate, mengingat film ini 70 persen berbahasa Mandarin. Dia artis yang hebat. Semangatnya hebat," jelasnya.

Film yang biaya produksinya mencapai Rp 40 miliar tersebut rencananya akan tayang bulan Agustus di Tiongkok dan tampil di beberapa film festival. Sayangnya, belum dipastikan kapan film tersebut akan tayang di Indonesia.

(yln/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP