Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
Hukum & Kriminal

Usai Ditetapkan Tersangka, Dokter Bimanesh Dicegah ke Luar Negeri

| editor : 

Basaria Pandjaitan

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan (Imam Husein/Jawa Pos)

JawaPos.com - Penyidik Komisi Pencegahan Korupsi mengajukan permohonan pencegahan ke luar negeri atas nama dr Bimanesh Sutarjo, ke Ditjen Imigrasi Kemenkumham. Pengajuan permohonan pencegahan ini dilakukan, sebagai tindak lanjut penetapan tersangka oleh KPK.

"Surat pencegahan untuk bepergian keluar negeri telah dikirimkan oleh KPK kepada Ditjen Imigrasi,” ujar Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, dalam konferensi pers di kantor KPK Rabu (10/01) petang.

Bimanesh kata Basaria, dicegah bepergian selama 6 bulan ke depan sejak 8 Januari 2018 atas. "Yang bersangkutan dicegah dalam kapasitas sebagai tersangka," jelasnya. Pencegahan dilakukan, agar sewaktu-waktu keterangannya dibutuhkan, Bimanesh sedang tidak berada di luar negeri.

Sebelumnya, terkait pencegahan, KPK juga melayangkan surat permohonan pencegahan ke beberapa orang. Mereka antara lain, mantan pengacara Novanto Fredrich Yunadi, mantan Jurnalis Metro TV Muhammad Hilman Mattauch, Reza Pahlevi (Polri) dan Achmad Rudyansyah.

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi resmi menetapkan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi sebagai tersangka. Selain Fredrich, penyidik juga menetapkan dr. Bhimanes Sutarjo sebagai tersangka kasus  dugaan mencegah, merintangi atau menggagalkan seacra langsung atau tidak langsung, penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan e-KTP tahun 2011-2013 atas nama tersangka Setya Novanto.

Setya Novanto

Setya Novanto di sela-sela sidang perkara terkait kasus yang melilitnya di PN Tipikor Jakarta, Jumat (20/12) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

“KPK meningkatkan status penanganan kasus perkara tersebut, sejalan dengan penetapan dua orang tersebut sebagai tersangka, “ terang Kabiro Humas KPK Febri Diansyah dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (10/01) petang.

Menurutnya, penetapan tersangka ini dilakukan, pasalnya baik Fredrich Yunadi maupun Bhimanes berupaya merekayasa sakit yang dialami Novanto, pasca insiden kecelakaan yang dialami Novanto pada  Kamis (16/11/2017).

Atas perbuatannya, baik Fredrich Yunadi maupun Dokter Bhimanes, disangka melanggar Pasal 21 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU No.20 Tahun 2011 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP Pidana.

Sementara itu, atasa pasal yang disangkakan, keduanya terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Terpisah, terkait adanya penetapan tersangkanya oleh KPK, sebelumnya, kuasa hukum Fredrich, Sapriyanto Refa membenarkannya.” Ya benar, kemarin suratnya (penetapan tersangka). Saya ada di situ,” katanya kepada JawaPos.com. Untuk mengklarifikasi penetapan tersangkanya oleh KPK, pihakknya berencana akan menyambangi KPK Kamis( 11/01) besok.

(ipp/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP