Jumat, 27 Apr 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Teknologi

APJII Cari Wanita Cantik yang Jago Internet, Berminat?

| editor : 

apjii

Ketua Umun Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Jamalul Izza (tengah) saat konferensi pers Miss Internet Indonesia 2018 di Tangerang, Rabu (10/1). (RianAlfianto/JawaPos.com)

Jawapos.com - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tengah mencari wanita cantik yang jago internet. Ajang pencarian Miss Internet Indonesia itu guna mendapat wanita cantik dengan kemampuan berbicara yang baik.

Proses seleksi akan berlangsung dari awal September hingga Oktober 2018 mendatang. APJII berharap akan menemukan putri terbaik bangsa. Nantinya, Miss Internet Indonesia akan menjadi corong informasi bagi APJII untuk menyampaikan perihal etika dalam berinternet yang baik.

Ketua Umum APJII Jamalul Izza menerangkan, syarat menjadi Miss Internet Indonesia selain cantik juga harus cerdas dan memiliki kecakapan komunikasi yang baik. "Hal tersebut mutlak dimiliki bagi calon Miss Internet Indonesia. Sebab teknologi zaman now menuntut hal itu," jelas Izza saat ditemui JawaPos.com usai acara konferensi pers Miss Internet Indonesia yang digelar di Tangerang, Rabu (10/1).

"Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat. Bagaimana caranya berinternet yang baik, bagaimana menggunakan teknologi internet untuk hal yang bermanfaat, kreatif, dan cerdas," tutur Izza.

Mengapa harus menyelenggarakan ajang pencarian tersebut? Izza menjelaskan, Miss Internet Indonesia dibutuhkan untuk mengemban bakti sebagai spoken person dari APJII kepada masyarakat. Mereka nantinya berperan mengedukasi mengenai kemungkinan bahaya yang timbul dari penggunaan internet. Misalnya hoaks, ujaran kebencian, penipuan, pornografi dan sebagainya.

"Kalau wanita cantik yang ngomong kan masyarakat mudah dengernya. Disampaikan dengan cara yang lebih halus, personal dan lebih mudah dimengerti. Coba kalau kita yang ngomong. Paket bahasa teknis, bahasa komputer dan angka-angka kan orang bingung," katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan bahwa masyarakat di Indonesia saat ini masih harus diedukasi. Terlebih untuk penggunaan internet.

"2018 ini tahun politik. Kita tidak mau tragedi Pilkada DKI beberapa waktu lalu terulang. Internet jadi wahana kotor yang dimanfaatkan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab" pungkas Izza.

(ryn/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP