Sabtu, 20 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Lifestyle

Tahun Anjing: 4 Zodiak Paling Bersinar, 1 Ciong

| editor : 

Ilustrasi

Ilustrasi (ISTIMEWA)

JawaPos.com - Tahun 2018, sesuai dengan kalender Tionghoa adalah tahun dengan shio anjing. Sesuai karakternya, anjing adalah hewan bersahabat dan pintar. Namun anjing juga cenderung menyerang jika menemukan ancaman yang membahayakan baginya.

Karena itu, siapapun di tahun anjing ini dituntut untuk tetap bersemangat, bekerja keras, mawas diri terhadap semua bahaya yang ada. Ahli Aurametaphysics dan Konsultan Spiritual, Jeng Frolin, menjelaskan sesuai dengan peruntungan rasi bintang, ada sejumlah zodiak yang beruntung di tahun anjing. Namun ada gambar yang kurang menggembirakan bagi salah satu zodiak. Apa saja?

"Zodiak bersinar tahun ini Pisces, Gemini, Sagitarius dan Leo," jelas Frolin kepada JawaPos.com, baru-baru ini.

Ilustrasi

Ilustrasi (ISTIMEWA)

Keempat zodiak itu memiliki keberuntungan di tahun ini. Dari sisi hambatan, empat zodiak itu memiliki tingkat kesulitan paling rendah.

Lalu saat ditanya, zodiak apa yang paling menjadi ciong atau sial, Frolin menjawab zodiak itu adalah Taurus. Taurus juga sedang menurun dari sisi kesehatan di tahun ini.

"Saya melihat Taurus yang paling kurang beruntung. Selain kesehatan, asmara pada Taurus jika memiliki kekasih, tahun ini bisa jadi putus," ujar Frolin.

Frolin menjelaskan di tahun shio anjing saat ini, untuk keseluruhan zodiak dalam bidang karir harus lebih pandai mencari celah peluang bisnis. Siapa yang bisa melakukan komunikasi dan lobi terbaik, maka dia akan mendapatkan keuntungan.

"Tahun anjing ini secara keseluruhan banyak peluang bisnis bagi siapapun. Anjing itu kan pergerakannya gesit, kalau ayam kan acak-acak. Maka kalau anjing lebih friendly sigap bisa berhati-hati kalau ada sesuatu yang kurang beres," jelasnya.

Di tahun anjing, Frolin juga menyarankan agar seluruh zodiak bisa berhemat untuk berinvestasi. Kemudian untuk kesehatan, berbagai macam penyakit infeksi seperti demam juga masih melanda masyarakat secara keseluruhan.

"Dan bencana alam juga masih terjadi seperti banjir. Maka jaga lingkungan demi kepentingan bersama itu akan lebih baik," kata Frolin.

(ika/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP