Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Event

Bikin Bangga, 4 Desainer Lokal Terbang ke Pusat Mode Milan

| editor : 

Indonesia Cultural Fashion 2017

Jelang Indonesia Cultural Fashion (ICF) 2017, di Milan, Italia (dokumentasi ICF)

JawaPos.com - Sebanyak 4 desainer fesyen tanah air terbang ke Milan, Italia, untuk menunjukkan tajinya dalam melestarikan kain nusantara. Mereka akan tampil dalam ajang Indonesia Cultural Fashion (ICF) Goes to Milan yang berlangsung pada 19 Desember 2017 di Base Milano, Milan, Italia.

ICF adalah perhelatan besar yang mempromosikan kain-kain nusantara dan akan menampilkan musik dengan instrumen khas Indonesia. Perhelatan ini pertama kali digelar di Amsterdam, Belanda.

Ada yang berbeda dari perhelatan ICF tahun ini, yaitu akan semakin kental dengan nuansa Indonesia dengan penampilan Guitar Meet Kendang oleh gitaris ternama Indonesia, Tohpati di awal acara.  Beberapa lagu yang akan dibawakan antara lain Janger, Es lilin, Kampuang nan jauh di mato, dan Ksatria.

"Melihat antusias luar biasa di tahun sebelumnya, perhelatan ini kembali kami gelar untuk terus melestarikan dan memperkenalkan budaya Indonesia lewat seni musik dan fesyen dengan membawa kain-kain daerah,” ujar CEO Kolam Ikan yang menangani ICF, Iwan Kurniawan, belum lama ini.

Berikut, empat desainer yang terlibat dalam ICF 2017 di Milan, Italia;

1. Brand Territory, Terry Puteri

Tema yang akan disajikan adalah Territory of Borneo, yakni busana wanita modern, dengan sentuhan kain khas Banjarmasin, yakni sasirangan. Material lain yang digunakan pada busananya adalah sifon, katun, dan silk.

Ini adalah kali pertama Territory mengikuti fashion show di Italia. Sentuhan budaya Kalimantan lewat kain sasirangan dan sedikit sentuhan head peace khas Kalimantan diharapkan mampu menjadi daya tarik bagi para pengunjung.

2. Tiramona, Decy Ramona

Tema motif yang akan diperkenalkan adalah Toraja Pak Tedong. Tedong bonga adalah paling berharga bagi masyarakat Toraja dan memiliki harga yang terbilang paling mahal. Dengan memakai motif Pak Tedong ini membuat kehidupan derajat yang tinggi dan dihormati. Material bahan yang digunakan biasanya bahan micro, shantung, dan balloteli.

Sentuhan budaya di Tanah Toraja sangat kental terasa. Budaya Toraja sedikit banyak sudah dikenal masyarakat luas. Dengan mengangkat motif toraja di ICF ini, berharap motif-motif Toraja dapat diperkenalkan lebih luas lagi di dunia fesyen international.

3. ELEMWE (Batik Betawi)

Kali ini, ELEMWE akan mengangkat tema Pesona Jakarta, dengan menonjolkan empat desain yang terdiri dari batik Betawi dengan paduan bahan polos. Batik Betawi yang ditonjolkan mengambil motif seni budaya Betawi, yaitu Tanjidor yang merupakan salah satu kesenian Betawi tempo dulu.

Kain dibuat dengan warna sogan yang menggunakan tiga jenis bahan katun, doby, dan sutra ini menggunakan metode pembuatan tradisional dengan cara dilukis langsung oleh pengrajin (batik tulis), sehingga hasilnya sangat rapi dan jelas apa yang dilukiskan pada kain tersebut. Agar busana menjadi terlihat lebih elegan, digunakanlah bahan-bahan polos campuran dengan tambahan aksen payet.

4. Alkhansas

Tema yang akan dibawakan terinspirasi dari keanekaragaman dan kekayaan bangsa Indonesia. Dalam koleksi ini, Alkhansas memadupadankan kain tradisional Indonesia dengan beberapa motif seperti batik dari Cirebon, hingga batik motif Kapal Pinisi dan huruf Lontara dari Bugis, Makassar. Nilai-nilai yang menjadi ciri khas Indonesia pun diekspresikan dalam beberapa pakaian dengan warna merah menyala tanda keberanian.

Ada yang berbeda pada koleksinya kali ini. Salah satunya, memadukan konsep fine art atau visual art yang ditampilkan dalam beberapa baju. Terdapat motif yang dibuat menggunakan beberapa media berbeda (selain print dalam kain). Material bahan yang digunakan, antara lain katun dan polyester. Brand ALKHANSAS mengedepankan padu-padan motif dan warna yang berani, lembut, dan elegan.

Selain pemilihan warna dan motif kain seperti batik dan huruf lontara, nilai intrinsik yang menjunjung nilai budaya Indonesia seperti keberagaman coba disuguhkan dalam satu koleksi singkat, serta variasi jenis material, siluet, dan color palette.

(ika/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP