Selasa, 16 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Pilgub Sumut, Nama Effendi Simbolon Diunggulkan Teratas

| editor : 

Effendi MS Simbolon

Effendi MS Simbolon bersiap untuk bertarung di Pilkada Sumut 2018 (dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Anggota Komisi I DPRD RI, Effendi MS Simbolon menduduki peringkat teratas dari hasil survei yang dilakukan oleh Lembaga Indonesia Network Election Survei (INES).

Survei popularitas tersebut dilakukan terhadap sejumlah nama yang digadang-gadang maju dalam Pilgub Sumut 2018.

Hasilnya, nama Effendi MS Simbolong berada di urutan teratas dengan prosentase 77,60 persen. Nama Effendi unggul dari beberapa nama lainnya seperti Tengku Erry Nuradi yang memperoleh persentase 77,8 persen; Gus Irawan Pasaribu 76,20 persen; Tifatul Sembiring 70,10 persen; Edy Rahmayadi 70,6 persen; kemudian Maruarar Sirait 68,90 persen.

Sedangkan Bupati Simalungun yang juga Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, JR Saragih memperoleh 69,60 persen dan Bupati Langkat sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu memperoleh 70,40 persen.

Direktur Eksekutive INES, Chaerudin Affan mengatakan, untuk tingkat akseptabilitas para tokoh yang diterima masyarakat Sumut sebagai Calon Gubernur Sumatera Utara, nama Effendi Simbolon juga masih unggul dengan persentase 74,2 persen.

Sedangkan petahana Gubernur Tengku Erry Nuradi memiliki tingkat akseptabilitas 70,9 persen; Edy Rahmayadi 73,3 persen; Tifatul Sembiring 69,3 persen; Gus Irawan Pasaribu 72,7 persen; dan Maruarar Sirait 71,8 persen.

Sementara itu, JR Saragih tingkat akseptabilitasnya mencapai 73,7 persen dan Bupati Langkat sekaligus Ketua DPD Partai Golkar Sumut, Ngogesa Sitepu sebesar 73,6 persen.

“Ketika diuji dalam survei jajak pendapat ini, maka Effendi MS Simbolon dianggap tipe pemimpin yang paling tinggi memiliki tingkat kompentensi yaitu 75,8 persen. Dimana dia dinilai sebagai seorang tokoh yang memiliki kemampuan dan akuntabilitas sebagai pemimpin terhadap kelompoknya," ujar Chaerudin Affan dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (14/12) malam.

Chaerudin menyatakan, Effendi MS Simbolon bisa dengan mudah mendapatkan followers. Bukan teralienasi di pucuk pimpinan dan hanya dituruti karena sistem yang ada. "Sementara petahana Tengku Erry Nuradi hanya memiliki tingkat kompentensi sebagai pemimpin 72,30 persen dan Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi 75,7 persen," paparnya

Lebih lanjut Chaerudin mengungkapkan, saat diajukan pertanyaan tertutup mengunakan kuisioner dengan pertanyaan siapa yang akan dipilih jika Pilgub digelar hari ini? Jawaban yang didapat dalam kertas kuisioner, 25,2 persen warga Sumut memilih Effendi MS Simbolon.

Sementara petahana Tengku Erry Nuradi hanya memiliki tingkat keterpilihan secara spontan 6,4 persen, Tengku Erry kalah dari Letnan Jenderal TNI Edy Rahmayadi yang dipilih 13,9 warga Sumut.

Sedangkan Tifatul Sembiring dipilih 3,1 warga Sumut; Gus Irawan Pasaribu dipilih 11,9 persen; Maruarar Sirait 3,1 persen ; JR Saragih 5,1 persen dan Ngogesa Sitepu 6,2 persen. "Dan masyarakat yang tidak memilih sebanyak 25,1 persen," tambahnya.

Survei jajak pendapat yang dilakukan Lembaga Indonesia Network Election Survei (INES) ini dimulai sejak 24 November sampai dengan 3 Desember 2017. Survei dilakukan di 33 kabupaten dan kota di Sumut, dengan melibatkan 1.816 responden dari total DPT Pilkada Sumatera Utara yang sebanyak 10.194.368 juta pemilih yang tersebar secara proposional sesuai jumlah DPT disetiap 33 kabupaten dan kota di Sumatera Utara. "Untuk tingkat kepercayaan hasil survei sebanyak 95 persen dan margin of error lebih kurang 2.3 persen," jelasnya.

“Untuk jajak pendapat kali ini, kami menggunakan metode multistage random sampling. Survei dilakukan dengan melakukan wawancara dan pengisian kusioner," timpal dia.

Unggul dari bakal calon gubernur lainnya, Politukus Partai PDIP Effendi MS Simbolon  menyikapi hasil survei itu dengan rendah hati. "Saya mempersilakan masyarakat Sumut untuk menetapkan pilihan kepada pemimpin yang benar-benar bisa membangun daerah ini pada pemilihan gubernur (Pilgub) tahun 2018 mendatang," katanya.

Diakui olehnya, survei memang dapat menjadi acuan bagi masyarakat untuk menentukan pemimpin yang tepat untuk membangun Sumatera Utara. "Tapi kepastian siapa pemimpin terpilih itu, sebaiknya kita lakukan pemilihan secara demokratis pada Pilgub tahun depan," pungkas Ketua Umum Punguan Simbolon dohot Boruna Indonesia (PSBI) itu.

(bew/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP