Selasa, 23 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Pasar India dan Pakistan Melesu, Ekspor CPO Indonesia Tergerus

| editor : 

Ilustrasi petani tengah memanen  tandan buah segar (TBS)  kelapa sawit

Ilustrasi petani tengah memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit (Dok.Jawa Pos)

JawaPos.com - Ekspor minyak sawit (Crude Palm Oil) Indonesia sepanjang Oktober 2017 melesu menyusul turunnya permintaan dari India dan Pakistan sepanjang Oktober 2017. Sepanjang Oktober 2017, total volume ekspor minyak sawit Indonesia (tidak termasuk biodiesel dan oleochemical) hanya mampu mencapai 2,60 juta ton. Angka ini turun sekitar 5,6 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Sementara stok minyak sawit Indonesia sampai pada akhir Oktober tercatat meningkat sebesar 16 persen dibandingkan bulan sebelumnya dari 2,92 juta ton di September membengkak menjadi 3,38 juta ton di Oktober 2017.

"Peningkatan stok minyak sawit di dalam negeri karena naiknya produksi CPO dan turunnya kinerja ekspor," ujar Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Togar Sitanggang dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/12).

Data sepanjang Oktober 2017, produksi minyak sawit Indonesia (CPO dan PKO) membukukan peningkatan sebesar 3 persen dibandingkan dengan September lalu, yakni dari 4,03 juta ton meningkat menjadi 4,16 juta ton.

Pakistan membukukan penurunan permintaan cukup signifikan yaitu 32 persen dari 211,52 ribu ton di September menjadi 144,26 ribu ton di Oktober. Penurunan permintaan dari Pakistan dikarenakan mulai aktifnya crushing plant di negara tersebut memicu impor kedelai dan kanola yang tinggi.

India mengikuti Pakistan dengan membukukan penurunan permintaan sebesar 16% atau dari650,75 ribu ton di September turun menjadi 544,17 ribu ton di Oktober. Penurunan permintaan dari India karena harga yang tinggi dan bea masuk India yang tinggi. Selain itu India juga sedang giat mengisi stok kedelai di dalam negerinya

Sepanjang Oktober 2017, beberapa negara tujuan utama ekspor Indonesia mencatatkan kenaikan permintaan seperti Tiongkok yang membukukan kenaikan 14 persen atau dari 370,47 ribu ton di September terkerek menjadi 423,74 ribu ton, diikuti Negara – negara Uni Eropa (naik 18 persen), Amerika Serikat (naik 11 persen) dan Bangladesh (naik 22 persen).

Dari sisi harga, sepanjang Oktober harga minyak sawit global bergerak di kisaran USD 700 – USD 735 per metrik ton dengan harga rata-rata USD 719,4 per metrik ton. Harga rata-rata ini turun tipis dibandingkan harga rata-rata September yaitu USD 724.9 per metrik ton.

Di sektor biodiesel, serapan biodiesel di dalam negeri pada Oktober menurun 4 persen, yakni dari 225 ribu ton di September turun menjadi 216 ribu ton di Oktober 2017.

(nas/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP