Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Moto GP

Buku Rossi Sang Legenda Kupas Kehidupan The Doctor

| editor : 

Dominic Loth, Business Development Director Infinith Pathways saat peluncuran buku Rossi Sang Legenda

Dominic Loth, Business Development Director Infinith Pathways saat peluncuran buku Rossi Sang Legenda (Istimewa)

JawaPos.com - Siapa tak kenal pembalap MotoGP Valentino Rossi. Penggemarnya lintas negara, termasuk Indonesia. Untuk mendekatakan Rossi dengan penggemarnya, kini diterbitkan buku otobiografi sang legenda dalam Bahasa Indonesia. Judulnya Rossi Sang Legenda.

Dominic Loth, Business Development Director Infinith Pathways menceritakan, butuh waktu enam bulan untuk menyadur buku ini ke bahasa Indonesia. Cetakan pertama ini dicetak sebanyak 4 ribu buku.

"Sebenarnya buku ini sudah terbit tahun lalu di Perancis dalam Bahasa Perancis. Saya melihat di sini banyak fansnya Rossi maka buku ini diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia," kata dia dalam keterangan tertulis, Kamis (14/12).

Deputy Sales and Channel Indonesia Nadia Helmi mengatakan, buku ini dijual di Granedia dan toko online lazada, tokopedia dan bukalapak. "Untuk penjualan online sudah bisa didapat hari ini dengan harga Rp 148 ribu," kata dia.

Buku ini mengupas karier balap Valentino Rossi yang sudah dua puluh tahun. Adalah Michel Turco, reporter majalah Moto Review dan GP Racing yang telah menulis buku tentang perjalanan karier Rossi sejak awal hingga namanya besar seperti sekarang ini.

Michel Turco bertumpu pada berbagai kesaksian untuk menceritakan secara menyeluruh karier si "Doctor" termasuk juga lingkungannya, masa kecilnya, dan awal mulanya dalam dunia kompetisi.

Sejak balapan pertamanya di Italia, awal mulanya dalam kejuaraan dunia dalam kategori 125 cm3 dan kemenangan pertamanya di Grand Prix Republik Ceko, pada tanggal 18 Agustus 1996, hingga puncaknya dalam kategori raja dengan Honda, kemudian dengan Yamaha.

Michel Turco menguraikan perjalanan luar biasa seorang pebalap yang tak pernah mengalah ketika menghadapi rintangan, bahkan kegagalannya selama dua musim dengan Ducati pada tahun 2011 dan 2012.

Dalam halaman-halaman buku ini, Michel Turco juga menceritakan intimasi seorang juara yang nampaknya kebal terhadap waktu yang berlalu dan mengungkapkan perspektifnya sebagai seorang pembina yang berupaya sejak sekarang untuk menyiapkan generasi baru untuk olahraga motor Italia

Michel Turco meliput Grand Prix sejak tahun 1991. Dia adalah seorang reporter untuk majalah Moto Revue dan GP Racingserta rutin bekerja sama dengan koran L’Equipe.

Dia juga seorang konsultan untuk France Televisions, dan juga telah menulis buku tentang Rossi, juara yang ia ikuti kariernya sejak awal mulanya dalam kompetisi.

(yuz/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP