Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
JPG Today

Menolak Berhubungan Intim, yang Menimpa Sang Pacar Sungguh Mengerikan

| editor : 

Wahyu Hermawan

PELAKU: Wahyu Hermawan (dua dari kiri) seusai ditangkap, Rabu (13/12). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

JawaPos.com - Seorang perempuan berinisial TH hampir mati di tangan sang pacar, Wahyu Hermawan, 37. Penyebabnya, TH yang sudah menjalin hubungan dengan tersangka Wahyu, warga Mojosongo, Jebres, Solo itu sejak setahun terakhir menolak saat diajak berhubungan badan. Akibatnya, Wahyu kalap dan mencoba membunuh TH.

Beruntung warga segera mengetahui kondisi korban dan langsung dilarikan ke RS dr Oen Solo. Berdasarkan informasi yang dihimpun JawaPos.com, aksi kejam Wahyu terjadi, Selasa (12/12). kejadian itu bermula saat TH meminta tolong kepada Wahyu karena ban sepeda motornya mengalami bocor.

Oleh pelaku, korban disuruh mampir ke kosnya yang ada di Jalan Tentara Pelajar, Kampung Guwosari RT 2 RW 27, Jebres. Sesampainya di tempat kos, korban justru diajak berhubungan badan oleh pelaku. Karena takut hamil, korban pun menolaknya.

Pelaku Wahyu Hermawan

SADIS: Wahyu Hermawan (bercelana pendek) bersama Kapolsek Jebres Kompol Juliana (perempuan) usai ditangkap, Rabu (13/12). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

''Karena kalap, pelaku ini berusaha untuk memerkosanya. Korban pun berontak, dan ini membuat pelaku kalap dan langsung melakukan penganiayaan terhadap korban,'' terang Kapolsek Jebres Kompol Juliana kepada JawaPos.com, Rabu (13/12).

Penganiayaan yang dilakukan dengan membentur-benturkan kepala korban ke tembok sekitar enam kali. Selain itu, pelaku juga membekap wajah korban menggunakan bantal. Setelah korban lemas, pelaku sempat mengecek denyut nadi korban untuk memastikan kondisinya.

''Setelah dicek pelaku tidak menemukan denyut nadinya dan dikira korban sudah mati. Pelaku kemudian keluar untuk mencari makan dan kembali lagi ke kosnya,'' ucap Juliana.

Karena korban tidak juga bergerak, pelaku lantas pergi meninggalkan kos dengan membawa sejumlah harta benda milik korban. Seperti sepeda motor Honda Beat bernopol L 2999 RX, tas coklat, HP merk Oppo, serta uang senilai Rp 206 ribu.

''Pelaku ini kabur ke rumah temannya yang ada di Semanggi, dan tidak sampai enam jam jajaran kami berhasil menangkapnya,'' terang perwira menengah polisi dengan pangkat satu melati di pundak.

Sementara itu, Wahyu mengaku nekat melakukan aksi kejamnya lantaran TH menolak diajak berhubungan badan. ''Sudah pernah (melakukan) dua kali, tetapi yang ketiga ini dia tidak mau karena takut hamil. Dan saya pun menganiayanya,'' ucap Wahyu.

Akibat perbuatannya, Wahyu dijerat dengan pasal 53 Jo 338 KUHP dan pasal 2r65 ayat (1) KUHP dengan ancaman penjara 15 tahun.

(apl/ce1/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP