Selasa, 16 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Bisnis

Pemerintah Beberkan Kendala Pengembangan Energi Baru Terbarukan di RI

| editor : 

Pengembang energi baru dan terbarukan mengeluhkan tingginya bunga bank di Indonesia. Bunga bank di Indonesia mencapai 11 persen.

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengungkapkan kendala dalam pengembangan energi baru dan terbarukan di Indonesia. Salah satunya, dari sisi bunga kredit dari perbankan di Indonesia.

Menurutnya, banyak pengembang energi baru dan terbarukan mengeluhkan tingginya bunga bank di Indonesia. Saat ini, lanjutnya, bunga bank di Indonesia mencapai 11 persen, sedangkan bunga bank di luar negeri hanya lima persen.

"Secara garis besar, local bank interest-nya 10 sampai 11 persen. Kalau dari luar negeri, ada di bawah 5 persen, yang lain ada yang dua sampai 3 persen," kata Arcandra di Raflesia Hotel, Jakarta, Rabu (13/12).

Untuk mendapatkan dana yang murah, kata Arcandra, pemerintah tengah mencarikan dana pinjaman dari Bank Dunia. Selain bunga bank, kendala lainnya adalah izin dan pembukaan lahan yang sulit.

"Selanjutnya, belum ada sistem grid pintar dan adanya keterlibatan beberapa pemangku kepentingan," jelasnya.

Namun, dia optimis dengan pengembangan energi baru terbarukan di tanah air. Sejak 2015, kerja sama pengembangan EBT terus meningkat. Bahkan, sudah mencapai 70 Power Purchase Agreement (PPA).

"Barusan Pak Menteri (Ignasius Jonan) di Paris bilang nambah tiga lagi yang tanda tangan. Total ada 60 sampai 70 yang tanda tangan PPA," tuturnya.

(ce1/sab/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP