Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
Bisnis

Transaksi Harbolnas Masih Kalah Ketimbang Hari Jomblo Milik Alibaba

| editor : 

ilustrasi belanja online

ilustrasi belanja online (Dok. JawaPos.com)

JawaPos.com - Belanja online sedang menjadi tren dan terus berkembang di masyarakat. Itu rupanya tidak hanya terjadi di Indonesia saja, tetapi di beberapa negara yang ada di Asia Tenggara, bahkan seluruh dunia. Besarnya minat masyarakat akan hadirnya solusi belanja online ini akhirnya memicu munculnya berbagai online marketing atau e-commerce yang menawarkan berbagai promo menarik untuk membantu masyarakat belanja dengan lebih cermat.

Salah satu promo terbesar dan dirayakan setiap tahunnya adalah promo Hari Belanja Nasional atau yang lebih dikenal dengan nama Harbolnas yang diperingati setiap 12 Desember. Banyaknya promo menggiurkan di hari inilah yang membuat banyak orang menantikan kehadiran Harbolnas.

Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) lahir pada 2012, dan dikenal sebagai event yang lahir di tanggal unik, yaitu 12-12-12 sekaligus dikenal sebagai puncak festival belanja online terbesar di Indonesia. Meskipun di awal kemunculannya event ini hanya diikuti oleh tujuh e-commerce, saat ini sudah lebih dari 72 e-commerce yang ikut bergabung dalam Harbolnas. Total transaksi sendiri berhasil mencapai angka USD 235 juta di 2016.

Tidak hanya Harbolnas saja, ternyata hingga saat ini masih ada lima perayaan besar hari belanja online yang terjadi, seperti Singles’ Day, Online Revolution, Festival Belanja Online, Black Friday, dan Cyber Monday.

"Melihat tingginya antusiasme dari konsumen Indonesia untuk berbelanja online di akhir tahun, ShopBack menyediakan platform, di mana penggemar belanja online bisa melihat rangkuman dari promo-promo yang ada di 6 festival belanja online ini," ujar Country Managing Director ShopBack Indonesia Indra Yonathan dikutip Indopos (Jawa Pos Grup), Selasa (12/12).

Istilah Singles’ Day pertama kali muncul di Tiongkok pada 1990 dan hanya merupakan sebuah acara sekolah bagi para jomblo untuk mencari pasangannya. Namun, pada 2009 istilah ini dipopulerkan sebagai Online Sale oleh Alibaba ke seluruh dunia.

Saking populernya, online sale yang satu ini mampu mengalahkan penjualan saat Cyber Monday di 2012. Bahkan, total transaksi penjualannya mencapai angka USD 17,8 miliar di 2016. Hal ini tentunya merupakan sebuah pencapaian besar bagi mereka.

Istilah belanja online selanjutnya adalah Online Revolution yang muncul di 2012 dan dengan Lazada Indonesia sebagai pelopor kampanye belanja online nasionalnya, sehingga istilah Online Revolution sendiri lebih popular jika dibandingkan dengan Singles’ Day di Indonesia. Maka tidak heran kalau dalam segi penjualannya sendiri, Online Revolution berhasil mencapai angka USD 40 miliar transaksi di 2016 dan menduduki Top 10 Keywords.

Tidak ketinggalan juga ada Festival Belanja Online yang dimulai pada 2014 yang didirikan atas dasar kerjasama para penggiat industri e-commerce di Indonesia. Menariknya, acara tahunan ini turut mendapatkan dukungan dari UNICEF pada Festival Belanja Online 2015.

Awalnya, istilah Black Friday memang tidak ada hubungannya dengan belanja online. Namun, pada akhirnya istilah ini diperingati sebagai hari diskon terbesar bagi para pemilik retail, di mana umumnya akan terjadi antrian pengunjung yang sangat besar.

Dari fenomena inilah, akhirnya Black Friday diadaptasikan sebagai Online Shopping oleh para penggiat e-commerce untuk meningkatkan penjualan pada periode tersebut. Di 2016, total transaksi penjualannya mencapai angka USD 3,34 miliar.

Istilah hari belanja online ini pertama kali dipopulerkan oleh Shop.org pada 2005. Dinamakan Cyber Monday karena menurut riset yang dilakukan, hari paling popular untuk belanja online adalah hari Senin. Masih lebih unggul dari Black Friday, transaksi penjualan Cyber Monday berhasil mencapai angka USD 3,45 miliar di 2016.

Simak juga berita mengenai meriahnya Harbolnas 2017 di:

Harbolnas, Diskon Gede-gedean Jelang Akhir Tahun

(srs/JPC)

Alur Cerita Berita

Sponsored Content

loading...
 TOP