Selasa, 16 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Sepakbola Indonesia

10 Pemain yang Wajib Dipertahankan Persebaya

| editor : 

Persebaya layak mempertahankan beberapa pemain yang memiliki kontribusi maksimal selama ini

Persebaya layak mempertahankan beberapa pemain yang memiliki kontribusi maksimal selama ini (Angger Bondan/Jawa Pos)

JawaPos.com - Persebaya Surabaya mungkin tak akan mempertahankan seluruh pemainnya untuk mengarungi kompetisi Liga 1 2018 mendatang. Kemungkinan besar hanya 60 persen komposisi lawas yang bakal diperpanjang kontrak oleh tim berjuluk Green Force tersebut.

Ada 27 pemain yang memperkuat tim Persebaya di kompetisi Liga 2 2017. Seluruh pemain itu ikut berperan membawa Persebaya menjadi kampiun Liga 2 2017 sekaligus promosi ke Liga 1 musim depan.

Dari seluruh pemain yang memperkuat Persebaya musim ini, JawaPos.com merangkum sepuluh nama yang layak dipertahankan oleh manajemen Green Force musim depan. Siapa saja mereka? Berikut penjabarannya.

Miswar Saputra

Miswar Saputra tampil dalam 15 laga bersama Persebaya di Liga 2 2017

Miswar Saputra tampil dalam 15 laga bersama Persebaya di Liga 2 2017 (Official Persebaya)

Miswar sebenarnya bukan pilihan utama. Penjaga gawang asal Aceh ini lebih banyak duduk di bangku pemain cadangan pada awal musim. Miswar baru tampil reguler selepas penampilan buruk kiper utama Dimas Galih Pratama pada pertandingan lawan Persepam Madura Utama di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Pamekasan.

Sempat bermain pada pertandingan lawan Martapura FC dan PSBI Blitar, Miswar mulai menyandang status kiper utama Persebaya sejak laga melawan PSIM Jogjakarta di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), 16 Agustus lalu. Sejak saat itu Miswar tak tergantikan di bawah mistar gawang Persebaya. Secara keseluruhan ia sudah bermain dalam 15 pertandingan dan kebobolan delapan gol.

Abu Rizal Maulana

Abu Rizal menjadi pemain Persebaya dengan menit bermain terbanyak

Abu Rizal menjadi pemain Persebaya dengan menit bermain terbanyak (Official Persebaya)

Dialah pemain dengan menit bermain terbanyak di tim Persebaya. Rizal tampil pada 21 pertandingan dari total 25 laga yang dilakoni Persebaya sepanjang kompetisi Liga 2 2017. Rizal memiliki fisik yang selalu bugar sepanjang musim. Tidak pernah ada laporan yang menyebut cedera membuatnya dicadangkan oleh pelatih Angel Alfredo Vera.

Selain kondisi fisik yang selalu prima, salah satu nilai plus dari Abu Rizal adalah kemampuannya bermain di berbagai posisi. Pesepak bola asal Madura ini dapat memerankan bek kanan dan gelandang bertahan dengan sama baiknya. Bahkan Rizal pernah diposisikan sebagai penyerang oleh Alfredo Vera.

Irvan "Ambon" Febrianto

Irvan selalu tampil reguler sebagai bek kiri

Irvan selalu tampil reguler sebagai bek kiri (Official Persebaya)

Ketika Mat Halil masih bergabung dengan Persebaya pada awal musim, Irvan hanya menyandang status pemain cadangan untuk posisi bek kiri. Status tersebut tak beranjak meski Halil urung memperkuat Persebaya karena terhalang regulasi usia. Irvan masih akrab dengan bangku cadangan karena tim pelatih Persebaya lebih percaya pada kemampuan pemain asal Makassar, Abdul Aziz.

Kesempatan akhirnya datang ketika Abdul Aziz harus menjalani hukuman akumulasi kartu kuning pada laga melawan PSBI Blitar. Irvan yang dimainkan di posisi ini mampu memuaskan tim pelatih. Perlahan tapi pasti pemain yang akrab disapa Ambon ini selalu tampil reguler di sektor bek kiri. Kedatangan Said Mardjan dari PSIM Jogjakarta juga tak mampu menggusur Ambon dari posisi ini. Ambon selalu menjadi senjata utama Persebaya hingga pertandingan final Liga 2 2017 melawan PSMS Medan.

M. Hidayat

Hidayat didatangkan dari Borneo FC U-21

Hidayat didatangkan dari Borneo FC U-21 (Official Persebaya)

Publik menyebut Irfan Jaya sebagai pahlawan Persebaya di Liga 2 2017. Selain Irfan Jaya, ada nama lain yang layak disebut unsung hero. Dialah M. Hidayat. Saat didatangkan dari Borneo FC U-21, banyak yang meragukan kemampuan pemain asal Bontang ini. Badannya terlalu kurus untuk posisi gelandang bertahan yang sering terlibat kontak fisik dengan pemain lain.

Namun, Hidayat sukses mengubah persepsi khalayak dengan penampilan apiknya di setiap laga. Staminanya luar biasa. Meski gelandang bertahan, Hidayat bukan punya akurasi passing yang cukup bagus. Satu gol dan satu assist ia bukukan untuk Persebaya sepanjang musim 2017.

Misbakhus Solikin

Misbakhus Solikin merupakan top skorer Persebaya di Liga 2 2017

Misbakhus Solikin merupakan top skorer Persebaya di Liga 2 2017 (Angger Bondan/Jawa Pos)

Pendiam adalah gambaran pribadi Solikin di luar lapangan. Karakter itulah yang membuat fans berat Via Vallen ini disegani oleh seluruh pemain Persebaya. Bahkan rekan Solikin di Persebaya, Hidayat mengaku jarang berkomunikasi dengan Solikin karena sungkan dengan seniornya tersebut. Meski jarang berkomunikasi di luar lapangan, toh keduanya punya chemistry yang bagus.

Kekasih Devina Ferling ini memang tak tampil pada babak delapan besar hingga final Liga 2 2017. Namun kontribusi Solikin untuk Persebaya sangatlah besar. Meski beroperasi di lapangan tengah, Solikin adalah top skorer Persebaya dengan 12 gol. Solikin adalah pemecah kebuntuhan ketika lini serang Persebaya gagal mencetak gol. Tak jarang gol Solikin menjadi penentu kemenangan Persebaya.

Adam Maulana

Adam Maulana awalnya merupakan pemain magang

Adam Maulana awalnya merupakan pemain magang (Official Persebaya)

Adam Maulana awalnya hanya pemain magang di Persebaya. Ia sempat disekolahkan di salah satu klub peserta Liga 3 regional Jawa Timur (Jatim), PS Kota Pahlawan. Diperkenalkan sebagai pemain Persebaya pada medio kompetisi, Adam tak langsung dipercaya sebagai starting eleven. Ia lebih sering duduk di bangku penonton Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) untuk menyaksikan rekan-rekannya bermain.

Adam akhirnya mendapatkan kesempatan pada pertandingan kontra PS Mojokerto Putra di babak delapan besar. Ia bermain selama 93 menit dan menciptakan dua peluang emas. Sejak laga itu, Adam selalu dipercaya oleh pelatih Angel Alfredo Vera untuk bersanding dengan Rendi Irwan Saputra dan M. Hidayat.

Adam adalah solusi terbaik atas cedera yang dialami Solikin. Melihat bakatnya yang begitu besar, rasanya tak mungkin Persebaya membiarkan Adam hengkang ke tim lain.

Oktafianus "Ofan" Fernando

Ofan mendapat julukan supersub

Ofan mendapat julukan supersub (Official Persebaya)

Ofan bukan pemain reguler di Persebaya. Ia hanya bermain selama 13 kali sebagai starter. Pamornya pun kalah dengan Irfan Jaya. Meski demikian Ofan termasuk pemain yang layak dijuluki supersub.

Penampilannya tak pernah mengecewakan tim pelatih. Lima gol dan empat assist adalah bukti bahwa Ofan merupakan salah satu andalan Persebaya di Liga 2 2017 lalu.

Rendi Irwan Saputra

Sebagai kapten, Rendi memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa

Sebagai kapten, Rendi memiliki jiwa kepemimpinan yang luar biasa (Official Persebaya)

Persebaya sangat beruntung memiliki Rendi Irwan Saputra. Perannya di lapangan memang mulai tergusur oleh pemain yang lebih muda seperti M. Hidayat, Misbakhus Solikin, Sidik Saimima, maupun Adam Maulana.

Akan tetapi, Rendi punya satu faktor yang membuatnya sangat spesial, yakni leadership. Faktor inilah yang membuatnya sangat disegani serta dihormati oleh seluruh pemain Persebaya.

Rendi begitu legawa melihat pemain lain mengisi posisinya di lapangan. Ketika duduk di bangku pemain cadangan, Rendi selalu aktif berteriak untuk menjaga konsentrasi serta memberi rasa nyaman untuk juniornya di Persebaya.

Pribadinya yang senang bercanda di luar lapangan membuat Rendi mampu merekatkan tim Persebaya yang memiliki latar belakang suku, bahasa, serta pribadi yang berbeda-beda. Rendi adalah salah satu kunci permainan tenang yang ditunjukkan Persebaya pada laga final Liga 2 2017 melawan PSMS Medan.

Rishadi Fauzi

Rishadi mencetak 7 gol dari 12 penampilan di Liga 2 2017

Rishadi mencetak 7 gol dari 12 penampilan di Liga 2 2017 (Angger Bondan/Jawa Pos)

Tidak salah Persebaya mendatangkan Rishadi Fauzi dari Madura United. Penampilan penyerang jangkung asal Tangerang Selatan ini tak pernah mengecewakan. Fauzi adalah striker pekerja keras. Mentalnya tidak anjlok ketika mendapat kritik karena seret gol. Ia mampu bangkit dan menjadi tulang punggung Persebaya hingga mempersembahkan gelar juara Liga 2 2017 untuk Persebaya.

Mantan penyerang Sriwijaya FC ini mencetak tujuh gol dari 12 penampilannya bersama Persebaya. Tak hanya mahir mencetak gol, tiga assist yang ia cetak membuktikan bahwa Fauzi bukan penyerang egois.

Irfan Jaya

Irfan Jaya menjadi pemain terbaik Liga 2 2017

Irfan Jaya menjadi pemain terbaik Liga 2 2017 (Angger Bondan/Jawa Pos)

Tak perlu banyak kata-kata untuk menggambarkan siapa Irfan Jaya. Predikat pemain terbaik di Liga 2 2017 sudah cukup untuk mendeskripsikan bagaimana kehebatan bapak satu anak tersebut. Irfan Jaya adalah top skorer kedua Persebaya dengan sebelas gol. Ia hanya berjarak satu gol dari pemain tersubur di Green Force, Misbakhus Solikin.

Selain mencetak gol, Irfan juga rajin memberikan umpan-umpan matang untuk Rishadi Fauzi maupun pemain lain. Total tujuh assist yang ia cetak sepanjang Liga 2 2017.

(saf/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP