Rabu, 17 Jan 2018
Logo JawaPos.com
JawaPos.com Icon
Humaniora

Waspadai TKI Jadi Kurir Narkoba di Luar Negeri, Begini Langkah BNN

| editor : 

Menaker Hanif Dhakiri bersama Kepala BNN Komjen Budi Waseso.

Menaker Hanif Dhakiri bersama Kepala BNN Komjen Budi Waseso. (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

JawaPos.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menenggarai keberadaan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri terjebak dalam jaringan peredaran narkoba tingkat internasional. Mengantisipasi hal itu, kini Kemenaker menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menangkal agar pahlawan devisa itu tidak menjadi bagian dari kejahatan internasional tersebut.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Muhammad Hanif Dhakiri mengungkapkan, akhir-akhir ini pihaknya menemukan kasus TKI di luar negeri yang dimanfaatkan oleh jejaring pengedar narkoba untuk membawa narkotika.

Agar kasus ini tidak meluas ke TKI lainnya, Hanif berupaya berkolaborasi dengan BNN, setidaknya memetakan sekaligus memberikan tindakan. Lebih penting lagi memastikan TKI tidak terjebak jejaring narkoba.

Menaker Hanif Dhakiri

Menaker Hanif Dhakiri (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)

"Walaupun kasus ini masih sedikit, tapi ini penting menjadi perhatian kami juga. Karena biasanya ril yang di bawah-bawahnya ini tidak gampang dideteksi," ujar Hanif Dhakiri usai pelaksanaan penandatangan nota kesepahaman antara Kemnaker dengan BNN di Jakarta, Selasa (12/12).

Penandatangan kesepahaman itu dilakukan langsung oleh Menaker Hanif Dhakiri dan Kepala BNN Komjen Budi Waseso (Buwas). Kesepahaman itu berisi kerja sama dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan Narkotika. Kerja sama antara Kemnaker dengan BNN itu sebagai momentum agar kementerian dan lembaga pemerintah bersih dari narkoba.

Hanif menegaskan, narkotika merupakan kejahatan yang serius dan tidak dapat ditoleransi. "Penting seluruh instansi dan seluruh kelompok yang ada di masyarakat," sambung Hanif.

Sementara itu, Buwas menuturkan, saat ini kasus narkotika sudah meluas bahkan berkembang secara pesat. Oleh sebab itu, setiap kementerian, lembaga dan masyarakat harus dapat bergandeng tangan memberantas narkoba.

"Penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba dalam masyarakat menunjukkan semakin meningkat. Hal itu terlihat dair korban yang meluas. Termasuk tenaga kerja dalam negeri maupun luar negeri," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.

Kondisi ini, sambungnya, sangat memprihatinkan. Pasalnya tenaga kerja merupakan tulang punggung yang amat menentukan tingkat produktivitas dan kinerja. Baik di lingkungan institusi pemerintah maupun swasta.

(rgm/JPC)

Sponsored Content

loading...
 TOP